BANYUWANGI, RADAR-X.net – Manajemen PTPN I Regional 5 kebun Kalitelepak bersama Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) terus membangun komunikasi dan sinergitas dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan antara jajaran manajemen perusahaan dan pengurus SBSI yang berlangsung penuh keakraban di Cafe Gebyok, Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Sabtu (8/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog untuk menyatukan persepsi antara perusahaan dan pekerja. Sejumlah hal strategis dibahas, terutama terkait keberlangsungan perusahaan, peningkatan produktivitas, serta upaya mendorong kesejahteraan buruh.
DPC SBSI Banyuwangi, Wahyu Dharma, S.H.,M.H. memberikan apresiasi terhadap keterbukaan manajemen PTPN I Regional 5 kebun Kalitelepak yang telah menerima jajaran SBSI dengan suasana yang hangat dan terbuka.
Menurut Wahyu, komunikasi antara perusahaan dan serikat pekerja sangat penting untuk membangun hubungan industrial yang sehat. Buruh, kata dia, memiliki peran besar dalam menopang keberlangsungan dan kemajuan perusahaan.
“Buruh merupakan bagian penting dari perusahaan. Karena itu, kami berharap sinergitas antara pekerja, serikat buruh dan manajemen dapat terus berjalan dengan baik, selaras dengan norma serta peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan,” ujar Wahyu.
Ia juga berharap perhatian terhadap kesejahteraan pekerja terus ditingkatkan, baik melalui upah yang layak, jaminan kesehatan maupun perlindungan ketenagakerjaan.
Sementara itu, perwakilan pimpinan perusahaan, Kasmin,selaku manager SDM Kalitelepak menyambut positif kehadiran SBSI sebagai bagian dari mitra dialog perusahaan. Menurutnya, keberadaan serikat pekerja diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi terciptanya suasana kerja yang kondusif.
“Kami berharap keberadaan SBSI dapat memberikan manfaat bagi kaum buruh. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keseimbangan dan membangun komunikasi yang baik, baik di lingkungan perusahaan maupun di luar perusahaan,” ungkap Kasmin.
Kasmin menegaskan, perusahaan juga memiliki komitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan pekerja. Menurutnya, keberadaan buruh memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu ujung tombak dalam menjalankan aktivitas dan mencapai target perusahaan.
“Kami berharap target dan prestasi perusahaan ke depan semakin meningkat. Bagi kami, buruh merupakan skala prioritas dan salah satu ujung tombak perusahaan. Karena itu, kesejahteraan pekerja akan terus menjadi perhatian, termasuk aspek upah, kesehatan dan ketenagakerjaan,” jelasnya.
Komitmen tersebut menunjukkan bahwa kemajuan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari peran dan kontribusi para pekerja. Dengan adanya komunikasi yang terbuka antara manajemen perusahaan dan serikat pekerja, berbagai persoalan ketenagakerjaan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Dialog yang diselingi ramah tamah serta hidangan sederhana dari pihak perusahaan membuat suasana semakin hangat dan mencerminkan hubungan yang baik antara manajemen dengan jajaran SBSI.
Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak berharap sinergitas dapat terus diperkuat sehingga tercipta hubungan industrial yang harmonis, produktif dan berkelanjutan. Dengan pekerja yang sejahtera dan perusahaan yang semakin maju, diharapkan keduanya dapat tumbuh bersama demi tercapainya target serta prestasi perusahaan di masa mendatang.
(Eko)














