Proyek Pekerjaan Jembatan Di Desa Pa’bentengang Menuai Kritikan

- Penulis Berita

Kamis, 7 Desember 2017 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



BANTAENG, radar-x.net – Proyek Pekerjaan Rintisana Jalan Tani (RJT) Dikampung Rallang-Paranga Desa Pa’bentengang Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng, yang panjangnya kurang lebih satu (1) kilo meter menuai banyak pertanyaan serta kritikan dikalangan Masyarakat dan LSM.

Pasalnya, Proyek tersebut bersumber dari anggaran APBD yang dinilai anggarannya kurang lebih 600 juta rupiah, disinyalir dikerjakan asal-asalan sehingga pekerjaan tersebut diduga tidak maksimal atau keluar dari bestek kerja.

Melihat kondisi bangunan fisik dalam pantauan tim awak media dilokasi, pekerjaan fisik tersebut salah satu jembatan mengalami kerusakan sebelum masuk tahap pekerjaan belum selesai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini sangat jelas bahwa pekerjaan jembatan tersebut dinilai banyak yang mengalami kerusakan dini, dari 4 sisi seperti pondasi dan pasangan talut banyak yang retak alias mengangah. Ada apa dengan penggunaan bahan materialnya.

Terkait hal tersebut awak media mengkonfirmasi ke camat Eremerasa selaku Plt. desa Pa’betengang Irfan Fajar S.Sos, melalui telepon selulernya belum lama ini mengakatan, “jika kekuatan besi jembatan tersebut saya akui kuat, karena saya sendiri yang beli besinya, tapi saya tidak tau jika kekuatan pondasinya ada yang retak seperti itu, kemungkinan terjadinya keretakan seperti itu diakibatkan hantaman arus air, apa lagi beberapa hari ini hujan,” ucapnya.

Baca Juga:  Karang Taruna Villa Desa Sogiyan, Meriahkan Isro' Mi'roj

“Nanti saya usahakan turun langsung kelokasi meninjau kembali perkerjaan tersebut, jika memang ada yang harus di benahi saya akan upayakan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut maka diminta kepada pihak kontraktor pelaksana, jika memang ada yang dilibatkan untuk bisa melakukan pekerjaan tersebut dimaksimalkan sebelum masuk dalam tahap penyelesaian pekerjaan. Dalam hal ini Instansi yang terkait dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng, untuk bisa kelapangan memantau langsung terkait pekerjaan tersebut.

Tak lepas dengan adanya hal tersebut maka diminta agar Tim TP4D untuk memonitoring pekerjaan tersebut, karena sinyalir ada penyalagunaan anggaran dan di duga dikerjakan asal jadi dan terkesan merugikan uang negara karena tidak sesuai juknis. (Wan/Tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Terkait Isu Tak Sedap, KETUA PGRI Banyuwangi Angkat Bicara
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru