Berita

Polres Pamekasan Terancam Di Demo Perihal Oknum Polisi Intimidasi Penerima BPNT di Tlanakan

×

Polres Pamekasan Terancam Di Demo Perihal Oknum Polisi Intimidasi Penerima BPNT di Tlanakan

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar Vidio durasi 1 menit 3 detik Oknum Polisi Yang Menekan KPM Membeli Sembako Yang Telah Disediakan.

PAMEKASAN, RADAR-X.net – Carut Marutnya Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pamekasan masih dinilai tidak sesuai tekhnis, hingga ada intervensi oknum Polisi, intimidasi KPM jika tidak mengikuti yang disarankan akan dicabut haknya, yaitu tidak akan menerima lagi di Bulan berikutnya.

Vidio yang sempat viral di jagat Maya tersebut sontak memancing gairah sejumlah aktivis di Pamekasan untuk melakukan aksi.

Pada Kamis (10/03) kantor Pos Pamekasan menjadi sasaran para aktivis, sejumlah masa di depan kantor pos tersebut menyampaikan beberapa temuannya perihal penyaluran bantuan 600 ribu tersebut, tuding pihak Pos mengabaikan tehknis yang sudah ditentukan oleh Mensos.

Temuan tersebut salah satunya di wilayah kecamatan Tlanakan, pada saat penyaluran beredar Vidio oknum Polisi, mengarahkan KPM untuk membelanjakan uang yang diterima di agen atau toko yang sudah disediakan di tempat tersebut, padahal jika mengacu pada juknis, KCP Pos tidak boleh mencairkan uang di area yang ada Toko sembakonya.

Menyikap Hal tersebut, LSM KPK Nusantara Pamekasan Amsirudin angkat bicara, dia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak akan berhenti di kantor pos saja, melainkan dia mengancam aksi demo yang lebih besar di Polres Pamekasan perihal kerterlibatannya oknum polisi dalam penyaluran tersebut.

“Kami sudah koordinasi ke sejumlah teman- teman aktivis, intinya dalam Minggu ini akan ada aksi yang lebih besar daripada yang di Kantor Pos,” tegas dia, Rabu (16/03)

Selain itu dia mempertanyakan tupoksi polisi dalam penyaluran BPNT. Bisa-bisanya mengarahkan KPM bahkan sampai mengancam akan mencabut haknya.

“Kalau memang tidak paham Juknis penyaluran BPNT lebih baik jadi penonton saja, bukan malah menakut-nakuti KPM,” kata Amsirudin.

Pada penyaluran tersebut jelas di sana ada KCP Pos, lalu kenapa dibiarkan, apakah pihak KCP tidak paham mekanismenya.

“Jelas-jelas tidak boleh menyalurkan bantuan tersebut di area yang ada tokonya. Kenapa pihak Pos mangkal, atau sudah dapat bagian sehingga Pos silent dan oknum polisi tersebut lantang menekan KPM untuk membelanjakan uang yang diterima di toko tersebut,” tandas Amsirudin.

Sebelumnya beredar Vidio di sejumlah Grup WhatsApp, Oknum Polisi bersama salah satu anggota TNI di tengah-tengah warga mengintruksikan para KPM setelah menerima uang 600 untuk tidak langsung pulang, melainkan mewajibkan KPM membelanjakan uang tersebut di toko atau agen sembako yang telah di sediakan di area tersebut.

(Hol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page