Sampang – Penjabat (Pj) Kepala Desa Nagasareh, Amir, disomasi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Nagasareh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.
Somasi dalam bentuk teguran secara lisan saat rapat yang digelar oleh BPD Nagasareh dipicu oleh wacana Amir yang disebut-sebut ingin mengganti jajaran perangkat desa.
Jawahir, Ketua BPD Nagasareh melalui beberapa anggotanya, menyatakan dengan tegas penolakan terhadap rencana pergantian perangkat desa tersebut. Menurutnya, pergantian hanya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu.
“Jangan sampai ada pergantian perangkat desa kecuali jika perangkat tersebut tidak aktif, lanjut usia, meninggal dunia, atau mengundurkan diri,” ujarnya, Rabu (30/04/2025)
BPD juga mengungkapkan, bahwa telah terjadi adanya intimidasi terhadap perangkat desa oleh sejumlah tokoh masyarakat yang disebut tidak memiliki kewenangan. Para perangkat desa bahkan disebut telah disodori surat pengunduran diri.
“Semua perangkat desa Pemdes Nagasareh diintimidasi oleh beberapa tokoh, mereka diminta mengundurkan diri. Namun tidak ada yang mau. Kalau bukan ulah Pj Kades yang baru, ulah siapa lagi,” ungkap perwakilan BPD tersebut.
Dalam rapat yang digelar bersama Amir, Pj Kades Nagasareh. BPD menegaskan bahwa pergantian perangkat desa secara sepihak melanggar aturan dan tidak dapat dibenarkan.
“Kami sudah menyampaikan langsung kepada Pj Kades bahwa pergantian sepihak itu menyalahi aturan,” ujarnya.
BPD Nagasareh juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek Dana Desa tahun 2025. Mereka berkomitmen untuk mengawal seluruh kegiatan pembangunan desa.
“Kami tidak ingin ada permainan dalam proyek Dana Desa. Kami akan mengawal semua kegiatan, termasuk mengawasi hubungan Pj Kades dengan pihak-pihak yang membackup dari belakang,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Amir menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPD dan tidak ada kendala dalam pertemuan tersebut.
“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan BPD Nagasareh. Alhamdulillah berjalan lancar,” kata Amir.
Ia juga membantah tudingan telah mengerahkan tokoh masyarakat untuk mengintimidasi perangkat desa.
“Saya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk mengintimidasi perangkat. Untuk saat ini, tidak ada pergantian perangkat desa,” tandasnya.
(Faris)














