BeritaPolitikTerbaru

Pilkades Akbar Tahun 2019 Akan Digelar, Ini Pesan Anton Aktivis Asal Kabupaten Kampar

×

Pilkades Akbar Tahun 2019 Akan Digelar, Ini Pesan Anton Aktivis Asal Kabupaten Kampar

Sebarkan artikel ini

KAMPAR, radar-x.net – Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan pemilihan kepala Desa Serentak dan keputusan Bupati Nomor 140-639/X/2019 tentang tahapan dan penetapan desa peserta pemilihan Kades serentak bergelombang di Kabupaten Kampar Tahun 2019 kemarin menghasilkan sebanyak 54 desa di Kabupaten Kampar akan mengikuti pemilihan kepala desa serentak pada 26 November 2019.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri berharap kepada seluruh camat agar mensosialisasikan agenda pemilihan Kades serentak ini kepada seluruh desa yang akan mengikuti pemilihan Kades, agar masyarakat mengetahui tentang informasi tersebut dan ini kesempatan bagi masyarakat yang ingin memajukan desanya untuk mengikuti pencalonan dengan memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditatapkan saat memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan Pilkades serentak bergelombang di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Selasa (15/10/2019) yang lalu.

Data desa di Kampar yang ikut Pilkades November 2019 tersebut, antara lain;

1. Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung.
2. Desa Gunung Mulya, Kecamatan Gunung Sahilan.
3. Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan.
4. Desa Tri Manunggal, Kecamatan Tapung.
5. Desa Utama Karya, Kecamatan Kampar Kiri Tengah.
6. Desa Pangkalanbaru, Kecamatan Siak Hulu.
7. Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu.
8. Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang.
9. Desa Sungai Simpang Dua, Kecamatan Kampar Kiri Hilir.
10. Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir.
11. Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir.
12. Desa Pangkalan Serik, Kecamatan Siak Hulu.
13. Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir.
14. Desa Salo Timur, Kecamatan Salo.
15. Desa Tabing, Kecamatan Koto Kampar Hulu.
16. Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar.
17. Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar.
18. Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu
19. Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir
20. Desa Pulau Payung, Kecamatan Rumbio Jaya
21. Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya
22. Desa Binuang, Kecamatan Bangkinang
23. Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu
24. Desa Talang Danto, Kecamatan Tapung Hulu
25. Desa Muara Mahat, Kecamatan Tapung
26. Desa Sei Putih, Kecamatan Tapung
27. Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung
28. Desa Sarih Galuh, Kecamatan Tapung
29. Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung
30. Desa Pelambaian, Kecamatan Tapung
31. Desa Bukit Sembilan, Kecamatan Bangkinang
32. Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu
33. Desa Rumbio, Kecamatan Kampar
34. Desa Naumbai, Kecamatan Kampar
35. Desa Limau Manis, Kecamatan Kampar
36. Desa Ranah, Kecamatan Kampar
37. Desa Batu Sanggan, Kecamatan Kampar Kiri Hulu
38. Desa Pangkalan Kapas, Kecamatan Kampar Kiri Hulu
39. Desa Kebun Tinggi, Kecamatan Kampar Kiri Hulu
40. Desa Tanjung Karang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu
41. Desa Sibiruang, Kecamatan Koto Kampar Hulu
42. Desa Bandur Picak, Kecamatan Koto Kampar Hulu
43. Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri
44. Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri
45. Desa Lipat Kain Utara, Kecamatan Kampar Kiri
46. Desa Lipat Kain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri
47. Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri
48. Desa Bukit Sakai, Kecamatan Kampar Kiri Tengah
49. Desa Pulau Rambai, Kecamatan Kampa
50. Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa
51. Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampa
52. Desa Bukit Melintang, Kecamatan Kampa
53. Desa Sungai Petai, Kecamatan Kampar Kiri Hilir
54. Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara.

Pemilihan Kepala Desa tahun 2019 kali ini ternyata menjadi perhatian khusus aktivis dan LSM yang ada di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kampar. Salah satunya Aktivis Anti Korupsi dari LSM KPK Nusantara, yang bernama Mulya Koto dan Anton.

Ketika dikonfirmasi awak media melalui HP selulernya Jumat sore 25 Oktober 2019, terkait harapan dan pandangannya terkait pemilahan kepala desa di Kampar nantinya, Mulya Koto mengatakan bahwa dirinya sudah pindah tugas ke Sumatera Utara. Yang jelas momen besar ini diharapkan pada proses pemilihan Kepala Desa yang transparan dan tidak ada tujuan untuk memperkaya diri sendiri atau pun menjadi remot para Oknom yang mempunyai maksud dan tujuan yang tidak mementingkan warganya.

“Majulah menjadi Kepala Desa, dengan tujuannya hanya untuk mensejahterakan warga dan bukan memperkaya diri, tapi perkaya desa dengan Sumber Daya Manusia yang bisa dirasakan hidup warga,” Pungkas Mulya Koto yang pernah Talk Show di Televisi swasta di Provinsi Riau terkait kehadiran LSM KPK Nusantara di Riau.

Sebelum menutup teleponnya, Mulya Koto mengatakan kalau untuk wilayah Kabupaten Kampar, silahkan coba menghubungi Anton yang juga Aktivis vokal dan asli putra daerah kabupaten Kampar.

Ketika dikonfirmasi terkait harapan dan pandangannya terkait 54 desa yang akan mengikuti pelaksanaan Pilkades bulan November 2019 mendatang, Anton orang yang disebut Mulya Koto mengatakan kalau aktivis dan LSM yang akan di Kampar ini akan ikut mengawal prosesnya.

Anton juga mengatakan jangan sampai Pilkades 2019 nanti ada berbaur money politik, apalagi sampai ada ajang beli suara.

“Jangan sampai ada kontrak politik yang dijanjikan para calon untuk orang-orang tertentu, apalagi sampai ada yang bagi-bagi sembako, sebab itu akan mencoreng proses Pilkades Akbar Tahun 2019 di Kabupaten Kampar ini.” Tegas Anton.

Sebelum menutup wawancara ini, Aktivis muda yang bernama Anton ini mengatakan, “Sukseskan Pilkades Akbar yang Bersih, Jujur, Sportif dan jangan ada dusta diantara warga.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page