Berita

Petronas dan Elnusa Kibuli Nelayan Pantura Sampang Perihal Ganti Rugi Rumpon

×

Petronas dan Elnusa Kibuli Nelayan Pantura Sampang Perihal Ganti Rugi Rumpon

Sebarkan artikel ini
Rumpon Milik Holik Nelayan Asal Banyuates Sampang Yang Belum Kunjung Diganti Rugi Oleh Petronas Carigali. (Foto: Redaksi)

SAMPANG, RADAR-X.Net – Petronas Carigali perusahaan minyak asal Malaysia dan PT Elnusa diduga kibuli nelayan perihal ganti rugi rumpon di Kecamatan Banyuates, Ketapang, dan juga Sokobanah.

Diketahui bersama Petronas Carigali bersama PT Elnusa melakukan seismik migas di perairan Pulau Madura yang meliputi tiga Kabupaten ialah Pamekasan, Sampang, Bangkalan. Namun, hingga saat ini ganti rugi rumpon untuk nelayan di Pantura Sampang belum kunjung dibayar.

“Petronas dan Elnusa ini selalu mengkibuli masyarakat, sekarang ini menjelang Lebaran Idul Fitri. Ayo dong kasihani nelayan,” kata Holik nelayan asal Kecamatan Banyuates, Jumat (28/03/2025)

Ia pun mengungkapkan bahwa rumpon ikan miliknya diangkat oleh Petronas Carigali tapi tak kunjung diganti rugi, sementara hasil menangkap ikan berkurang akibat rumponnya dirusak oleh Petronas Carigali untuk kepentingan eksploitasi migas.

Sementara itu Herman Hidayat, Ketua DPC Pro Jokowi Sampang mengancam akan melakukan aksi demo ke Kantor Petronas dan Elnusa serta SKK Migas di Jakarta.

“Insyaallah setelah Lebaran Idul Fitri, kami akan melakukan aksi demo ke Petronas dan Elnusa serta SKK Migas di Jakarta,” tutur Herman anak buah Budi Arie, Menteri Koperasi Republik Indonesia.

Pihaknya akan melakukan aksi demo ke Petronas, Elnusa, dan SKK Migas karena nelayan di tiga Kecamatan Sampang selalu dikibuli oleh Petronas Carigali.

“Petronas Carigali ini sepertinya mau jadi penjajah ke Madura. Terutama ke Kecamatan Banyuates, ayo dong nelayan jangan dikibuli. Ganti rugi rumpon aja sangat sulit, apalagi nanti setelah eksplorasi bisa-bisa nelayan dilarang melaut tanpa ganti rugi,” ucap Herman.

Herman Hidayat akan melaporkan hal ini ke Presiden Prabowo Subianto, dia menduga ada permainan oknum mafia migas yang tergabung di Petronas Carigali.

Sementara itu Erik Yoga, Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia berkilah dan enggan memberikan komentar perihal ganti rugi rumpon di Banyuates, Ketapang, Sokobanah.

Dia menulis dalam pesan Whats App bahwa dirinya tidak berwenang menjawab, dan hal itu bagian corp comm.

“Waalaikum salam Mas, sorry lagi nyetir mudik. Yang berwenang menjawab itu bagian corpcomm,” tulis Erik Yoga.

Tidak lama kemudian Erik Yoga mengirimkan alamat email corpcomm ke wartawan Radar X-Net.

Sedangkan Anugerah, manager PT Bintang mewakili PT Elnusa menegaskan bahwa ganti rugi rumpon untuk nelayan di Pantura Sampang, akan dilaksanakan 3 April 2025.

“Ini posisi lagi rapat terkait masalah rumpon, update terakhir barusan pembayaran terschedule di week 3 april 2025, namun saya masih tegas meminta di week 2 april 2025,” tegas Anugerah saat diwawancarai media ini.

Hingga berita ini diterbitkan media ini sudah mencoba melakukan wawancara ke akun corpcomm milik Petronas Carigali. Namun, hingga saat ini belum direspon.

(Faris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page