ArtikelBerita

Peran Masyarakat Dalam Pendidikan

×

Peran Masyarakat Dalam Pendidikan

Sebarkan artikel ini
” Peran Masyarakat Dalam Pendidikan “

Masyarakat bisa diartikan sebagai sekumpulan orang yang hidup di suatu wilayah yang memiliki norma atau aturan yang mengatur hubungan satu sama lain.Pola hubungan antar individu dalam masyarakat tersebut pada dasarnya memiliki nilai-nilai yang diakui bersama dan diabadikan dalam norma dan aturan yang pada umumnya tidak diverbalkan. Dengan demikian, masing-masing individu diharuskan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut sehingga tercipta suatu hubungan social yang relatif stabil.
Hubungan sosial yang relatif stabil tersebut dilakukan dengan cara individu menginteralisasikan nilai-nilai yang membentuk keteraturan tersebut sehingga tidak terjadi konflik sosial. Individu-individu muda  dalam hal ini anak, dalam proses integrasinya dalam masyarakat lambat laun akan mempelajari dan mengenali pola-pola hubungan yang ada tersebut untuk mempertahankan eksistansinya di tengah-tengah masyarakat. Dalam konteks ini, masyarakat adalah wadah di mana individu mengalami proses pembelajaran secara langsung.
Disamping entitas masyarakat itu sendiri sebagai tempat pendidikan, masyarakat juga mewadahi apa yang disebut sekolah masyarakat (community school). Timbulnya sekolah masyarakat berangkat dari, pertama, kenyataan tidak memadainya sekolah untuk menampung semua anggota masyarakat yang berkeinginan terlibat dalam proses belajar mengajar dalam lembaga konteks sosial. 
Hal ini dipicu adanya kecenderungan kurikulum sekolah yang kebanyakan berpusat pada mata pelajaran yang tersusun secara logis sistematis yang tidak nyata berhubungan dengan kehidupan sehari hari, sehingga lebih cenderung menjadi subject-centered curriculum, kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran atau disiplin ilmu, kurikulum sekolah yang berpusat pada anak, minat, dan perkembangannya sehingga cenderung mengabaikan orientasi social dan dianggap memberikan pendidikan individualitas. Dengan demikian kurikulumnya lebih cenderung child-centered curriculum, dan sehingga diupayakan untuk timbulnya society-centered curriculum, di mana pelajaran dipusatkan pada masalah dan proses kehidupan social, serta menggunakan masyarakat sebagai sumber penting dalam pelajaran.
Sekolah yang berpusat pada masyarakat ini berorientasi pada masalah-masalah kehidupan dalam masyarakat seperti masalah pelestarian alam, pemanfaatan sumber-sumber alam dan manusia, kesehatan, kewarganegaraan, penggunaan waktu senggang, komunikasi, transportasi, dan sebagainya. Dalam kurikulum ini anak dididik agar turut serta dalam kegiatan masyarakat. Pelajaran mengutamakan kerja kelompok, dan apa yang akan dikerjakan didasarkan atas perencanaan bersama. Dengan sendirinya kurikulum ini bersifat fleksibel, berbeda dari satu sekolah ke sekolah lainnya, dan berbeda dari tahun ke tahun lainnya, dan tidak dapat dilakukan secara seragam. 

Murid-murid mempelajari lingkungan sosialnya untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat dijadikan pokok bagi suatu unit pelajaran, khususnya yang memberi kesempatan kepada murid-murid untuk meningkatkan mutu kehidupan di masyarakat sekitarnya. Dan dalam melaksanakan program sekolah masyarakat ini, masyarakat dilibatkan. Tokoh-tokoh dari setiap aspek kehidupan masyarakat seperti dari dunia perusahaan pemerintahan, agama, politik, dan sebagainya diminta bekerja sama dengan sekolah dalam proyek perbaikan masyarakat.

Penulis : Khurothul Firdha Usia 
Jurusan : Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia 
Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page