Penyebar Video Kontroversi Mengaku Khilaf Kepada Polisi

0
82

SAMPANG, RADAR-X.net – Forkopimcam Omben melaksanaan kegiatan KRYD dan penyekatan sekaligus tes swab antigen kepada masyarakat yang melintas diperbatasan kabupaten Sampang dan Pamekasan, pada Jum’at pagi, 18 Juni 2021.

Walaupun kegiatan tersebut aman, kondusif dan lancar, namun dibalik itu viral dan beredar video di media sosial (medsos) dan pesan suara di aplikasi percakapan WhatsApp yang berisi ajakan kepada masyarakat oleh oknum tokoh untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Menanggapi hal demikian, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz S.IK, M.Si melalui Kapolsek Omben Ipda Andrik Soejarwanto SH, memerintahkan anggotanya untuk bertindak tegas dalam mengusut tuntas pelaku ajakan yang dianggap menjadi profokator itu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh tim media radar-x, bahwa  anggota Polsek Omben telah menemukan 4 video yang berdurasi 16 detik, 29 detik, 20 detik dan 24 detik dengan framing bahwa kegiatan KRYD dan penyekatan telah berhasil dibubarkan oleh masyarakat dengan disertai kalimat ujaran kebencian dan hinaan kepada Institusi Polri yang sedang bertugas.

Baca Juga:  Lsm KPK-N Gugat Pemda Aceh Tenggara ke KIA, Karena Tidak Berikan Data

Selain 4 video itu, juga ditemukan pesan suara berdurasi 43 detik yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk membubarkan kegiatan KRYD di desa Madulang Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.

Tidak hanya itu, Ipda Andrik Soejarwanto SH juga mendapatkan video tersebut viral yang diunggah akun Tiktok @Huskepoya yang sudah dibagikan 831 kali serta akun Tiktok @Hadibarokahi yang sudah dibagikan 62 kali.

Menanggapi viralnya video dan rekaman suara tersebut, Akhirnya mantan KBO Sat. Reskrim Polres Sampang itu, memerintahkan anggotanya untuk mencari pembuat video dan perekam suara untuk dimintai klarifikasi atas perbuatannya.

“Video dan rekaman suara tersebut bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat bahkan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat.” Ucapnya Kapolsek Omben, Sabtu (19/06/2021)

“Kami memanggil seorang tokoh warga Dusun Laodan Desa Omben Kecamatan Omben yang berinisial HS bin FQ, RM dan M.RK yang keduanya berdomisili di Desa Madulang Omben, untuk datang ke Mapolsek Omben guna untuk dimintai keterangan,” lanjut Ipda Andrik.

Berdasarkan dari pantauan tim media radar-x di lokasi, bahwa dihadapan Kapolsek Omben dan anggotanya, HS bin FQ mengakui bahwa suara yang ada di video tersebut adalah benar suaranya sendiri, dan sangat menyesali perbuatannya itu, serta menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri khususnya Polsek Omben dan Polres Sampang beserta Satgas Covid Kecamatan Omben.

Baca Juga:  Oknum Lembaga Survey Pusdeham Diduga Gelapkan Honor Relawan Khofifah-Emil

Ipda Andrik Soejarwanto SH menjelaskan kepada pelaku tersebut, bahwa maksud dan tujuan diadakannya Kegiatan Rutin yang di Tingkatkan (KRYD) itu merupakan Penyekatan dan tes rapid Antigen, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan melindungi masyarakat khususnya masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Omben dari ganasnya Corona Virus Desease 2019.

Ketiga pelaku ujaran kebencian itu, menyesali perbuatannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, sekaligus mengajak kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan sekaligus mendukung program pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19.

“Saya khilaf, saya menyesali perbuatan itu, dan saya tidak akan mengulangi lagi,” sesal HS. (MK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.