![]() ![]() |
| Foto: Herry, |
JEMBER – Nasib pengrajin sangkar burung yang ada di Desa Dawuhan Mangli Kecamatan Sukowono sejak dulu hingga saat ini masih terpuruk. Pemerintah perlu memperhatikan pengrajinnya, bukan pada pengepul atau pedagangnya. “Sejak dulu, yang namanya pengrajin itu tidak pernah terentaskan dari segala macam permasalahan termasuk masalah permodalan. Mereka tidak ada pegangan harus kemana. Hasil Pengrajin kalah dengan pengepulnya.” Terang Ibtiah salah satu pengrajin, Rabu (6/3/16), lalu.
Bantuan memang ada, kata Ibtiah yang mengakui adanya bantuan, tapi kurang mengena, perlu sentuhan lagi. Mereka harus turun ke bawah, saya berharap sekali pada Ibu Faida, selaku Bupati baru Jember, bisa mengerti bahwa diantara masyarakat Jember itu masih butuh seseorang yang peduli pada keadaan yang dibawah garis kemiskinan. Karena saya sekarang punya seorang ibu Bupati, saya ingin seorang ibu peduli pada warganya. Disini dibutuhkan kebersamaan bukan orang-per orang , kalau ini bisa terentaskan secara bersama itu lebih baik.
Bagi Ibtiah, Kerajinan sangkar burung di Sukowono tidak kalah Kalau ini digarap secara profesioanal, bahkan bisa menembus internasional. “Saya pernah mengelola ini tapi terputus karena tidak profesional.” (herry)














