![]() ![]() |
| Situasi saat beras Raskin tiba dilokasi Rumah Tangga Sasaran Kec. Blega. |
BANGKALAN, radar-x.net – Dalam investigasi yang dilakukan LSM KPK (Komunitas Pemantau Korupsi) Nusantara, pada Rabu (4/10/2017) kemarin, pertanyakan pengiriman Raskin/Rastra dari gudang Bulog ke Rumah Tangga Sasaran (RTS) tampa pengawalan dari pihak yang berwajib.
Pasalnya, hal tersebut membuat geram ketua DPC KPK Nusantara Surabaya yang sekaligus Korwil Surabaya – Madura, H. Yusuf Santana.
“Saya dan tim, mencoba mengikuti truk yang mengangkut Raskin dari buloq sampai ketujuan yaitu Kec. Blega, memang tanpa pengawalan dari pihak yang berwajib apakah sudah biasa??, kami khawatir, hal tersebut diselewengkan atau disalahkan gunakan, karena selama ini banyak mengeluh para RTM, sering lambatnya pengiriman beras Rastra ke Masyarakat,” ungkap H. Yusuf.
Sesampainya di lokasi, kata H. Yusuf lebih lanjut, di Kecamatan Blega, “saya sempat konfirmasi ke sopir truk yang mengangkut, kenapa kok gak ada pengawalan dari pihak yang berwajib (Anggota dari polres Bangkalan)?, sang sopir mengatakan, petugasnya (polisi) sibuk tadi hanya tanda tangan,” jelasnya.
Dengan adanya suatu hal tersebut, untuk mengantisipasi penyelewengan yang akan terjadi, Koordinator LSM KPK Nusantara, H. Yusuf Santana, dirinya mengaku, siap untuk mengkonfirmasi ke kepala buloq dan ke Kapolres Bangkalan.
“Pemerintah harus campur tangan mengenai hal ini, khususnya pemerintah setempat (Bangkalan). Warga miskin juga rakyat Indonesia, yang juga dipanyungi hukum dan undang-undang untuk mendapatkan kehidupan yang layak,” tegas H. Yusuf.
Pantauan awak media radar-x dilapangan, pengiriman beras Raskin tersebut memang tanpa pengawalan dari pihak yang berwajib, dan kwalitas beras yang di distribusikan diduga tidak layak konsumsi. (Munir/Ys)














