Sosial

Penarikan Sumbangan Oleh Panitia, Masyarakat Tidak Terima Dikatakan Pungli

×

Penarikan Sumbangan Oleh Panitia, Masyarakat Tidak Terima Dikatakan Pungli

Sebarkan artikel ini

Madura-Sampang, Radar x. net – Menjadi tradisi yang kental dan membudaya bagi Masyarakat Desa Jrangoan Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, dalam memperingati haul Buyut dan Sesepuh desa. Sabtu, 10/12/2022

Dalam melaksanakan kegiatan religius tersebut, masyarakat kompak dengan berkomitmen mengadakan sumbangan untuk meringankan beban panitia agar kegiatan tersebut terlaksana dengan sukses sesuai harapan masyarakat.

Pasalnya, bagi Masyarakat Desa Jrangoan dalam memperingati haul Buyut dan Sesepuh, merupakan hadiah bagi mereka yang telah menghadap sang ilahi, dengan menghadiahi melalui kegiatan yang diisi dengan baca surat Yasin, tahlil, hingga pengajian umum.

Ironisnya, dalam kegiatan yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Desa Jrangoan dalam mengadakan sumbangan, hal itu ditanggapi negatif oleh oknum yang tidak jelas, sehingga masyarakat dan para tokoh di desa tersebut merasa resah dan merasa sangat dirugikan.

Berdasarkan penelusuran awak media Radar x. net di lapangan, masyarakat dan para tokoh di Desa Jrangoan sampai saat ingin tau siapa oknum tersebut, karena selama ini masyarakat belum pernah ada yang mengeluh dan merasa keberatan hingga adanya ancaman bagi yang tidak menyumbang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ust. Yazid Ali Wafa, salah satu tokoh masyarakat di desa setempat.

“Pelaksanaan haul Buyut dan Sesepuh desa sejak dulu sudah menjadi tradisi dan budaya bagi Masyarakat Desa Jrangoan.” Kata Ust. Yazid Ali Wafa

Pria yang menjabat sebagai ketua Jam’iyah Ihyaussunnah, yang Sekaligus Ketua Takmir Masjid Al-Ihsan Jrangoan itu, lebih jauh menuturkan, bahwa pihaknya sangat setuju dengan rencana penarikan sumbangan pada saat pembagian bantuan, supaya masyarakat tidak lagi harus mengeluarkan dari saku pribadinya.

“Saya sangat setuju dengan cara menarik sumbangan saat masyarakat menerima bantuan, agar mereka tidak terbebani.” Ungkap Ust. Yazid

“Panikah pesse ollenah nemmuh, deddih lebbi tak e geressah ka Masyarakat manabih sombengan ka anggui acara haul e tarek dari pesse nikah, (ini uang bantuan, jadi kalau sumbangan ditarik dari uang tersebut, maka sangat meringankan bagi Masyarakat dalam membantu kegiatan haul Buyut dan Sesepuh.” Cetusnya dengan khas bahasa Madura yang kental

Dikatakannya, bahwa rencana yang seperti itu sangat bagus dan baik bagi Masyarakat, karena di desa Jrangoan ada kegiatan sosial dan religi yang sudah jadi budaya dan tradisi yang dilaksanakan secara gotong royong, mulai dari pembiayaan. Seperti acara haul sesepuh (buyut), haul Masyayih dan Guru-guru Jrangoan, Isro’ Mi’roj hingga Nuzulul Qur’an yang dilaksanakan setiap tahun, dengan membutuhkan dana Ratusan Juta Rupiah

Saat disinggung terkait adanya ancaman bagi masyarakat yang tidak menyumbang untuk kegiatan tersebut, Ust Yazid membantah dan meluruskan bahwa itu kabar tidak benar

“Ini hasil kesepakatan dan komitmen bersama dengan adanya sumbangan dari Masyarakat, bahkan jika ada masyarakat yang tidak menyumbang untuk kegiatan tersebut mendapat ancaman dari pemerintah desa, itu tidak benar alias bohong.” Bebernya

Hal senada diutarakan oleh Ubaidil Qudsus, warga setempat, bahwa adanya ancaman keselamatan dan keamanan bagi Masyarakat yang tidak menyumbang untuk kegiatan tersebut, itu berita bohong.

“Ancaman pada masyarakat yang tidak menyumbang untuk kegiatan, Itu semua bohong mas..!” Tutur Ubaid sapaan akrabnya

“Kami malu kepada Pemerintah desa, dengan adanya kabar ancaman pada masyarakat, padahal selama ini kehidupan kami sejahtera, bahkan kami terlayani dengan baik oleh pemerintah desa.” Lanjutnya

Perlunya diketahui, bahwa penyaluran bantuan sosial (Bansos) di desa Jrangoan tidak ada pungli. Masyarakat menerima bantuannya dengan utuh, selanjutnya masyarakat menyumbang kepada Panitia haul, sesuai dengan pengumuman saat disampaikan pada acara jam’iyah / pengajian rutin di desa.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada keluhan dan keberatan dari masyarakat setempat.

(Korwil Madura/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page