Pemerintah Pusat Melalui BKKBN dan DP3AP2KB Pamekasan Gelar Demo Aplikasi Elsimil

0
9
Foto Bersama setelah selesai acara demo Elsimil yang dilaksanakan oleh Kepala Seksi pengolahan dan pemanfaatan data Satramin. S.Kep.Ns DP3AP2KB Pamekasan. (Radar-x.net/Fatholla)

PAMEKASAN, RADAR-X.net – Pemerintah Pusat Melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pamekasan Sosialisasikan percepatan penurunan stunting di 13 Kecamatan.

Kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting tersebut dilaksanakan di Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, Madura. Rabu (24/11)2022)

Dalam sosialisasi tersebut salain membahas penurunan angka Stunting, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

Elsimil merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai alat skrining kondisi calon pengantin, yang menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan status gizi.

Hal tersebut sebagai langkah keterbukaan informasi pada publik untuk mempercepat penurunan angka stunting (kekerdilan).

DP3AP2KB Kabupaten Pamekasan melalui kepala seksi Pengelohan dan pemanfaatan data, Satramin. S.Kep. Ns., memaparkan, bahwa nanti pada tahun 2022 aplikasi tersebut sudah dapat dioperasikan secara mandiri, sehingga nantinya semua calon pengantin di Indonesia termasuk di wilayah kabupaten Pamekasan 3 Bulan sebelum menikah sudah dilakukan Skrining pemeriksaan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dilakukan pendampingan oleh pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dan kader Bina keluarga balita (BKB)

Baca Juga:  TP PKK Aceh Apresiasi Kerjasama BNN dan BKKBN

“Aplikasi Elsimil didalamnya terdapat seluruh informasi yang didapatkan dari hasil semua pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bidan di puskemas bagi catin perempuan seperti pemeriksaan Tinggi Badan, Berat badan IMT (indek masa tubuh) anemia pemeriksaan Hemoglobin (HB) pengukuran lingkar lengan atas maupun kekurangan asupan nutrisi,” papar Satramin.

Aplikasi tersebut merupakan bentuk upaya yang dilakukan pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi pada publik khususnya calon pengantin (catin) sebagai alat pemantau kesehatan dan memberikan edukasi seputar kesiapan nikah dan hamil.

“Selain itu aplikasi ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam memberikan keterbukaan informasi pada publik esensinya pada catin dan edukasi seputar kesiapan nikah,” tambah Satramin.

Selanjutnya dia menegaskan bahwa hal tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (PP) No 72 tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting.

“Sesuai PP No 72 tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting, yang dimulai sejak catin, hinga masa kehamilan dan pasca melahirkan dari usia 0-6 bulan dan pemenuhan ASI Eksklusif, usia 6-24 bulan dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI),” jelas Satramin.

Baca Juga:  Dinsosnaketran Verifikasi Data Penerimaan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Di Sampang

Kegiatan tersebut di ikuti sejumlah Bidan Desa Kader Posyandu,Kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di wilayah kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

(Hol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.