Kondisi terkini di depan pasar tradisional Bringkoning, jalan alternatif Pantura macet hingga 2 km
Madura-Sampang, Radar x. net – Pasar tradisional Bringkoning Desa Tlagah Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, merupakan salah satu pusat pembelanjaan warga setempat dari segala kebutuhannya. Senin, 20/03/2023
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh media Radar x. net dari berbagai sumber terpercaya, bahwa pasar tradisional tersebut sedang bermasalah, sehingga membuat dan mengharuskan sebagian dari pedagang pasar harus berjualan di depan pasar dan menempati Jalan Raya Pantura yang merupakan arus Kabupaten Pamekasan, Sampang menuju Kabupaten Bangkalan, sehingga menimbulkan kemacetan dan antrian panjang pada jalan nasional Pantura.
Menurut Syamsul Arifin (47) salah satu warga setempat, menuturkan bahwa Pasar Bringkoning telah ditutup oleh ahli waris (H. Fadli CS) bersama warga setempat beberapa waktu lalu


“Ya betul mas..! Pasar Bringkoning ditutup oleh ahli waris dari H. Fadli, beberapa waktu lalu, dan penutupan pasar itu, dilakukan bersama Masyarakat setempat.” Tuturnya, saat konfirmasi oleh media, Senin, 20/03/2023,
“Akibatnya, sekarang Jalur alternatif Pantura menjadi macet hingga dua jam, dan juga mengalami antrian panjang kendaraan sampai dua kilo meter dari masing-masing arah, barat dan timur.” Imbuhnya
Senada diutarakan oleh H. Hasun, bahwa kalau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, kalau peduli kepada warganya, segera selesaikan sengketa pasar Bringkoning itu, agar tidak menambah gejolak dan tidak terkesan Sampang tidak kondusif.
“Sudah seharusnya pemerintah melakukan media kepada ahli waris tanah yang menjadi objek pasar itu, karena itu memang milik warga bukan milik pemerintah, jadi wajar kalau warga (ahli waris) menyegel dan menutupnya.” Cetusnya
Secara terpisah, Pak Mar, salah satu pedagang pasar Bringkoning, pihaknya bersama pedagang yang lain mengeluh dan sangat kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, karena sampai saat ini pemerintah belum bisa mengatasi permalasahan yang terjadi Pasar Bringkoning, sehingga para pedagang terlantarkan di jalan.
“Semenjak terjadinya penutupan pada pasar Bringkoning, semua para pedagang pusing dan kebingungan karena tidak ada tempat untuk berjualan, sehingga mereka terlantar dan harus berjualan dagangannya sembarangan di jalan.” Paparnya
“Tidak itu, lanjutnya. “Mereka berjualan / membuka dagangannya sampai di garis putih tengah (garis penghalang).
“Maka dari itu, Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk segera memberikan solusi dan menggelar media terhadap keluarga ahli waris.” Jelasnya dengan nada sedih.
“Semoga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tetap peduli kepada Masyarakat, sesuai dengan semboyannya “Sampang Hebat Bermartabat”. Pungkasnya
(Korwil Madura)














