Pasangan Bukan Suami Istri Dilingkungan Perum Puri Brawijaya Digerebek Warga

- Penulis Berita

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Bukan Suami Istri Dilingkungan Perum Puri Brawijaya Digerebek Warga
Pasangan yang bukan suami istri saat Digerebek warga setempat. 



BANYUWANGI, radar-x.net – Salah satu rumah kontrakan di perumahan puri Brawijaya atau yang disebut-sebut Pulau Kelor itu, ditempati seorang wanita yang bersetatus belum kawin dan seorang laki-laki setatus kawin.

Pasalnya, rumah tersebut di Gerebek warga setempat pada Jum’at (30/09/2107) malam. Warga perum puri brawijaya, protes rumah kontrakan tersebut, didampingi seketaris Rukun Tetangga (RT).

Warga menceritakan, saat warga menyuruh keluar penghuni rumah kontrakan memakan waktu berjam-jam, karena penghuninya tidak mau membukakan pintu, tetapi warga tidak putus asa, akhirnya warga meminta pertolangan keamanan sama petugas polisi polres Banyuwangi. Ketika petugas polisi sudah datang, warga langsung membuka pintu pagar dan menotok-notok pintu hingga penghuninya keluar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah warga berulang kali menotok-notok pintu, penghuni rumah langsung membukakan pintu. “Ketika pintu  dibuka, ternyata penghuni rumah ada dua orang laki-laki dan dua orang perempuan yang bukan suami istri atau bukan muhrimnya,” jelasnya warga perum puri brawijaya.

Baca Juga:  Pungutan Dalam Bentuk Retribusi Di Pemdes Sumbergondo Menuai Kontraversi

Lanjut warga dan seketaris RT,  terus menanyakan setatus mereka masing-masing. Satu laki-laki berasal dari Propinsi Bali Bernama SNJ, dan laki-laki satunya berasal dari Banyuwangi jawa timur bernama AP, untuk perempuanya kedua-duanya berasal dari Banyuwangi semua Bernama BA dan R, yang informasinya perempuanya itu masih mahasiswi UNTAG Banyuwangi.

“Ternyata salah satu laki-laki itu adalah oknum menejer Cafe keluarga yang ada wilayah di Banyuwangi.” Terang warga.

Sebelum penyelesaian mediasi ada  warga yang tidak terima, lingkunganya di buat tempat mesum, apalagi yang mesum seorang oknum meneger Cafe yang setatusnya sudah mempunyai istri dan perempuanya seorang mahasiswi. Tak peduli warga meminta kepada Pak RT, bahwa pasangan mesum tersebut agar di arak dilingkungan perumahan kami ini.

“Namun Pak RT tidak mengijinkan hal itu, yang ahirnya kedua pasangan mesum tersebut disidang mediasi pembinaan dan di buatkan surat pernyataan.ujar warga  perumahan puri brawijaya yang saat melihat kejadian itu.” Tandasnya. (DafidF/team)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Tingkatkan Sinergisitas, DPRD Mura Coffee Morning dengan Forkopimda
Terkait Isu Tak Sedap, KETUA PGRI Banyuwangi Angkat Bicara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru