Bondowoso, Radar-X.net – Pemerintah Kabupaten Bondowoso tancap gas! Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi PAD Triwulan I Tahun 2026 digelar di Ruang Sabha Bina Praja, Kamis (02/04/2026).
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I. Fokusnya jelas: menguliti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di awal tahun dan menyusun strategi percepatan.
Rapat strategis ini dihadiri Asisten II Administrasi Umum, jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), UPT PPD Jawa Timur di Bondowoso, Bank Jatim, serta seluruh pimpinan perangkat daerah penghasil. Semua kompak, satu tujuan: genjot PAD lebih agresif.
Hingga akhir Triwulan I 2026, realisasi PAD Bondowoso baru menyentuh 15,82 persen atau Rp52,67 miliar dari target Rp333,02 miliar.
Angka ini memang bergerak naik, namun masih di bawah standar ideal triwulan pertama sebesar 20 persen. Artinya, masih ada PR besar yang harus segera dituntaskan.
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, blak-blakan menyebut dua tantangan utama: potensi yang belum tergarap maksimal dan eksekusi yang belum optimal.
Sejumlah sektor krusial jadi sorotan, mulai dari PBB-P2, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) di sektor strategis, hingga retribusi perizinan tertentu.
“Capaian PAD bukan kerja satu-dua pihak, ini tanggung jawab bersama. Kita dorong strategi berbasis data, percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta pengawasan yang lebih ketat,” tegasnya.
Gas Pol: Optimalisasi & Inovasi Jadi Senjata Utama
Sekda Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, menegaskan perlunya “lompatan besar” dalam pengelolaan pendapatan daerah. Ia menekankan dua jurus utama: optimalisasi potensi yang ada dan inovasi tanpa batas.
“Potensi Bondowoso besar, tapi belum tergarap maksimal. Pemetaan berbasis data harus diperkuat, kepatuhan wajib pajak ditingkatkan. Digitalisasi adalah kunci—transparan, cepat, dan terintegrasi,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, seluruh perangkat daerah penghasil ditantang untuk berinovasi lewat layanan digital.
Dukungan penuh dari Bank Jatim disiapkan guna memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai.
Evaluasi pun akan dilakukan rutin setiap triwulan untuk memastikan setiap strategi benar-benar berdampak.
Dengan langkah cepat sejak awal tahun, Pemkab Bondowoso optimistis tren PAD akan terus menanjak.
Kemandirian fiskal bukan sekadar target, tapi fondasi kuat menuju pembangunan daerah yang berkelanjutan sepanjang 2026.














