![]() ![]() |
| Foto : Abas |
BONDOWOSO – Atas Instruksi DPP dan DPW PKB kepada seluruh DPC dan PAC PKB se-Indonesia untuk menghidupkan kembali simpul-simpul PKB di tingkat ranting, DPC PKB Bondowoso melaksanakan instruksi tersebut dengan menggelar Musyawarah Ranting (Musranting) di masing-masing Daerah Pemilihan (dapil).
Dari 5 dapil yang ada, 3 dapil diantaranya sudah 100 persen, 2 dapil lainnya belum selesai. Sedangkan untuk dapil 1 baru ranting se Kecamatan Kota yang selesai. Hal tersebut diungkapkan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa, H Tohari, SAg, saat menggelar Musranting PKB se dapil 4 di kediamannya, Selasa (5/4/2016) malam.
Menurutnya H Tohari, pengurus ranting PKB merupakan ujung tombak partai. Karena, jika tidak ada ranting partai tidak bisa jalan dan tidak menghasilkan kader yang duduk sebagai anggota DPR. Ia juga mengilustrasikan pengurus ranting partai dengan ranting sebuah pohon.
“Yang berbuah itu kan ranting, bukan dahannya. Artinya ranting-ranting inilah yang memberikan konstribusi besar kepada kader partai sehingga bisa duduk menjadi wakil rakyat. Baik itu DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi maupun DPR RI. Semuanya karena adanya ranting,” ujarnya.
Selain itu ia juga menambahkan bahwa antara pengurus lintas tingkatan harus bersinergi. Baik itu mulai tingkat pusat hingga ranting.
“Batang jika tidak ada ranting tidak akan berbuah. Sebaliknya ranting jika tidak memiliki batang hanya akan menjadi kayu bakar. Hal ini menunjukkan bahwa semua unsur partai saling terkait dan bersinergi,” tambah Tohari.
Sementara itu, ketua Dewan Tanfid DPC PKB Bondowoso, H Achmad Dhafir mengatakan bahwa secara aturan yang tertuang dalam AD/ART partai, Musranting diadakan dalam satu periode untuk mengganti pengurus lama dengan yang baru.
“Ada yang ditetapkan untuk menjadi pengurus,” tutur H. Achmad Dhafir, yang juga Ketua DPRD Bondowoso.
Selain itu, H Achmad Dafir juga mengatakan penting berpolitik dan memilih partai politik. Menurutnya, partai politik merupakan media untuk melanjutkan perjuangan para ulama. “Lahirnya bangsa Indonesia tidak akan lepas dari peran ulama NU. Maka sejatinya kita harus meneruskan perjuangan dan cita-cita para Ulama,” paparnya.
Tujuan di adakan kegiatan ini, untuk menyambung ikatan ukuwah islamiyah dan demi kukuhnya NKRI. (Abas)














