BANDAR KHALIFAH, radar-x.net – Tim Sus LSM KPK(Komunitas Pemantau Korupsi) Nusantara meminta aparat penegak Hukum untuk segera memeriksa Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bandar Kalifah Serdang Bedagai yang bernama Sari Manurung karena diduga melakukan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2018.
Tidak itu saja, TimSus LSM KPK Nusantara juga akan menyurati Dinas Pendidikan Sumatera Utara atas dugaan pelanggaran yang berujung pidana terkait di Korupsinya anggaran pada tahun 2018, yang di duga dilakukan Sari Manurung selaku Kepala sekolah SMA Negeri 1 Bandar Khalifah Serdang Bedagei terkait dana BOS yang seharusnya digunakan untuk mendanai anggaran beberapa item kegiatan untuk kepentingan pendidikan.
Mulya Koto Timsus LSM KPK Nusantara mengatakan bahwa, dirinya mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengatakan adanya dugaan Korupsi Dana Bos yang dilakukan oleh Sang Kepala Sekolah SMA Negeri 1, Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara.
“Apabila terbukti melakukan Korupsi, kita pastikan Sari Manurung akan masuk ke dalam jeruji besi alias penjara dan akan di copot serta tidak lagi menjadi Kepala Sekolah di SMA Negeri I, Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai lagi, dan laporan akan kita lengkapi di Mapolda Sumatera Utara,” Tegas Mulya Koto saat di konfirmasi awak Media melalui telepon selulernya, Selasa 24 September 2019 Siang.
Sebelumnya diketahui anggaran yang dikucurkan oleh Kemendikbud untuk SMA Negeri 1 Bandar Khalifah Serdang Bedagai untuk beberapa item seperti pengadaan buku tahun 2018 sebesar Rp 161.928.400, serta pembayaran Uang meningkatkan mutu tahun 2018 Rp 142.000.000, dan pembayaran pembelian keperluan sekolah 2018 Rp 122.436.500.
Terkait pengadaan buku senilai Rp 161.928.400 yang di anggarkan pihak sekolah untuk membeli buku untuk siswa, diduga tidak direalisasikan sepenuhnya dan adanya temuan
kwitansi toko, stemple toko atas nama Toko Jaya Baru yang diduga kuat palsu, sebab keberadaan toko tersebut sebenarnya tidak ada alias fiktif untuk mark up anggaran belanja komponen kegiatan murid saat pengajuan dana BOS.
Berikut salah satu temuan Tim Sus LSM KPK Nusantara, Mulya Koto terkait Korupsi Dana Bos yang di duga dilakukan oleh Sari Manurung, Kepala Sekolah SMA 1, Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada 6 Juli 2018 yang di duga Fiktif;
* Dibayarkan pembelian alat pratikum biologi pada Toko Jaya Baru pada pelaksanaan pada tanggal 11 April 2018 sebesar Rp 304.203.000
* Dibayarkan pembelian alat pratikum keterampilan pada Toko Jaya Baru pada pelaksanaan pada tanggal 13 April 2018 sebesar Rp. 303.278.000
* Dibayarkan pembelian bahan pembersih pada Toko Jaya Baru pada pelaksanaan tanggal 16 April 2018 sebesar Rp. 301.558.000.
Sebelum menutup telepon selulernya, Mulya Koto mengatakan bahwa Kepala Sekolah SMA I, Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara yang beranama Sari Manurung diduga bisa dijerat Pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Sementara Itu, Kepala Sekolah SMA Negeri I, Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai ketika dikonfirmasi awak media, yang beranama Sari Manurung terkait temuan Tim Sus LSM KPK Nusantara atas dugaan Korupsi Dana Bos yang dilakukannya tidak menjawab dan malah memblokirnya.
Ketika awak media mengkonfirmasi salah satu orang Tua Wali murid yang enggan namanya disebutkan, karena takut anaknya di keluarkan dari sekolah mengatakan benar adanya dugaan indikasi penyalah gunaan dana 2018 ekstrakulikuler yang tidak terealisasi tapi dikatakan ada terealisasi, ada apa dengan sekolah ini????. Serta diduga adanya pengutipan liar kepada setiap siswa. Pembinaan olimpiade sains kimia, matematika, fisika, bahasa Inggris dan lain-lain juga tidak terealisasi tapi dikatakan terealisasi.
“Kebutuhan sekolah harus berbelanja ditoko JAYA BARU, yang sampai sekarang keberadaan toko tersebut masih diragukan, mungkinkah segala peralatan sekolah di sediakan sedemikian mungkin, seperti bahan praktek KIMIA, BIOLOGI, alat olah raga, alat kebersihan serta alat praktek IPS, ada apa dengan toko ini????.” Pungkas Wali Murid hingga terlihat raut wajah sedih. (Tim)














