![]() ![]() |
| Situasi saat mentari sosial bersama rombongan di pendopo Bupati Sampang. (Foto:Momon) |
SAMPANG, Radar-X.Net – Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program yang sangat menunjang dalam mengejar impian masyarakat tidak mampu untuk mendapatkan apa yang layak seharusnya di dapat oleh mereka. Khususnya melanjutkan pendidikannya bagi kaum yang rata-rata berada di bawah garis kemiskinan. Sedangkan program yang diterapkan oleh menteri sosial Hj. Khofifah Indar Parawansa, untuk mengurangi para generasi bangsa dari ketertinggalan pendidikannya yang di karenakan mereka berada di bawah garis kemiskinan sehingga mereka putus sekolah di usia dini.
Pasalnya, banyak masyarakat kecil baik di pedesaan maupun di perkotaan pada akhirnya jadi pengangguran yang di sebabkan karena hidup mereka pas-pasan hanya untuk makan saja sehingga mereka putus sekolah. Ada sebagian masyarakat mempekerjakan anaknya sebelum waktunya lantaran biaya hidup mereka.
Tepat sasaran dan pantas diajungi jempol. Menteri sosial Khofifah, menerapkan gebrakan yang luar biasa dengan program yang disodorkan pada Masyarakat dengan menggunakan para petugas-petugas yang sudah direkrutnya melalui dinas sosial setempat yang biasa disebut pendamping PKH.
Mobil yang bernomor Polisi RI 30 itu beserta rombongan tiba di pendopo Bupati Sampang, Minggu, (18/06/2017) sekitar pukul 10:45 WIB, sesuai dengan jadwal rombongan yang di komandoi oleh mobil polisi itu akan bertolak menuju Kabupaten Bangkalan yang merupakan kunjungan kedua pada hari yang sama.
Menteri sosial yang di dampingi Plt. Bupati Sampang H. Fadilah Budiono beserta jajaran Forkopimda Kabupaten sampang dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyerahkan bantuan ke 45 ribu masyarakat yang tidak mampu, Kurang lebih 14 Kecamatan se-Kabupaten Sampang.
Ironisnya, ada sebagian kartu PKH dari para penerima manfaat/bantuan Keluarga Harapan (PKH) tidak sesuai dengan nama pemegang.
Ditempat yang sama, menteri sosial berharap kepada para penerima manfaat agar betul-betul digunakan sebagaimana mestinya, bukan untuk dibelanjakan paska Hari Raya.
Hal senada di Sampaikan Plt. Bupati Sampang H. Fadilah Budiono, agar masyarakat benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut supaya program pemerintah yang disutradarai menteri sosial sesuai dengan harapan.
“Sebelum acara pemberian bantuan di buka, pimpinan pendamping PKH berharap kepada semua para pendamping agar melaksanakan tugasnya dengan baik, karena masih ada penerima manfaat yang tidak sesuai namanya, agar program pemerintah bisa diserap dan dinikmati oleh masyarakat.” Pungkas Plt. Bupati Sampang. (Momon)















