![]() ![]() |
| Lokasi material proyek normalisasi sungai Setail. (Foto:Dafid) |
BANYUWANGI, Radar-X.Net – Proyek normalisasi sungai setail didesa Genteng Kulon kecamatan Genteng menuai polemik ditengah-tengah warga.
Hal ini disebabkan saat beberapa dumptruck hilir mudik mengangkut material hasil normalisasi sungai pada Senin (19/6), yang diketahui dibawa ke salah satu yayasan di daerah desa Setail.
Padahal diketahui menurut aturan yang berlaku jika seharusnya material hasil proyek normalisasi ditampung dulu sebelum dijual melalui proses lelang.
Menurut salah satu sopir dumptruck pembawa material yang bernama syaifudin ditanya oleh wartawan menyebutkan jika satu rit dijual seharga 350rb.
“Kalau mas mau pesan bisa saja tapi kalau jauh saya tidak bisa layani karena saya butuh cepat membuangnya”, ujar Syaifudin dengan entengnya.
Pernyataan berbeda didapat dari pengawas dinas pengairan bernama Prapto yang menyatakan jika material hasil normalisasi sungai Setail itu tidak dijual, namun diminta yayasan melalui surat.
“Tidak benar jika dijual, namun material itu diminta oleh yayasan dan permintaan itu juga resmi persurat, bahkan tidak hanya yayasan tapi kades juga mas”. Ungkap Prapto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. (DafidFirmansyah/Tim)














