BANYUWANGI, radar-x.net – Warga Dusun Sumberjo desa Jambewangi merasa resah dengan adanya hilir mudik puluhan armada dump truk pengangkut hasil material dari normalisasi sedimen di bawah naungan dinas pengairan Banyuwangi. Rabu (26/06/2019).
Selain sejumlah warga mengeluh karena polusi debu adanya puluhan kendaraan truk keluar masuk di areal sungai yang membawa tumpukan sedimen berupa tanah uruk, pasir dan batu yang dihasilkan dari progam pengerukan normalisasi sedimen di sepanjang sempadan pengairan.
Kendaraan-kendaraan dump truk lalu lalang tersebut heran dan merasa curiga, karena tumpukan material tersebut diduga di komersilkan. Hal ini dikatakan warga inisial SP, yang punya Truk itu beli dilokasi dengan harga Rp. 400 ribu sampai 500 ribu.
” Pengerjaan ini sudah berjalan sekitar 2 mingguan, kemarin itu dikerjakan oleh 3 alat berat excavator baca “Bego” 2 dilokasi sini dan yang 1 di lokasi sebelah utara,” ujarnya.
“Kalau yang sebelah Utara itu sawah juga kena pelebaran normalisasi sedimen, waktu pengerjaan pertama dari dinas pengairan,” ulas SP.
SP menambahkan, “ada oknum warga berinisial R yang biasa terkadang dia penyuplai bahan bakarnya alat berat serta minta jatah material kalau ada kegiatan tambang dan yang mengkondisikan armada, biasanya pembayaran pembelian material pada pengurus yang berinisial R tersebut, tapi memang material itu dikeluarkan dari lokasi dan di jual belikan,” terangnya.
Sementara, Tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya juga mengatakan, selain aktivitas pengerukan tanah ada sejumlah warga meradang karena diduga tanah milik pribadinya ikut di gali.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Korsda UPTD pengairan saat di konfirmasi melalui pesan singkat belum ada Jawaban. (Daff)














