![]() ![]() |
| Foto : Bhulkhaini, |
ACEH UTARA – Masyarakat desa Paya Bateung Kemukiman Buah, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, sagat membutuhkan penahanan ombak, di karnakan tanah masyarakat sekitar 20 lebih sertifikat sudah terkikis ombak laut.
Kepala Desa Paya Bateung, Kecamatan Baktia Barat, Muhammad, kepada Wartawan Mengatakan, bahwa selama tsunami Melanda Desa paya bateng tak ada bantuan dari pemerintah Aceh maupun pemerintah Aceh Utara.
“Masyarakat desa kami sagat membutuhkan bantuan dari pemerintah, terutama pembagunan batu penahan ombak, jika tidak di bagun maka sekitar lima tahun tidak di bagun maka sekitar 100 hektar lebih tanah masyarakat akan menjadi laut di akibatkan abrasi laut.” Ujar Gesyik Muhammad
Lanjut gesyik Amat, jika pemerintah tidak membangun, maka tiga desa Di permukiman Buah, antara Lain desa Paya Bateng, Lhok Incien dan Meunasah Hagu, dan semua Tambak akan menjadi laut.
“Padahal di paya bateung di waktu sebelum ada kerajaan pase menjadi satu kerajaan Syahril Alam, dan banyak makam para Raja Syahril Alam sudah di makam oleh laut, dan selama lima tahun ke belakang masyarakat kami hanya mengandalkan di pertambakan,” tambahnya,
Harapan kita, masyarakat Paya Bateung semoga segera di bangun batu penahan ombak, demi untuk menjaga tempat kerajaan, dan untuk menyelamatkan tanah masyarakat. “Kita meminta kepada pemerintah Aceh untuk segera membagun, dan jika tidak di bagun maka masyarakat di kemukiman buah akan sengsara di kernakan pertambakan akan menjdi laut, otomatis masyarakat kita akan menjadi bandit-bandit di desa.” tandasnya.
Secara terpisah, Camat, Kecamatan Baktiya Barat, Edward, kepada wartawan Di ruang kerjanya mengatakan, bahwa pihak kecamatan sudah membuat surat di kirim ke dinas pengairan aceh utara tahun kemaren.
“Pihak kami sudah pernah membuat surat dan mengirim ke dinas pengairan aceh utara pada tahun 2015, untuk segera mengatasi masalah tersebut,” Cetus Camat edward
Semoga pada tahun depan dapat membangun penahan ombak di desa Paya Bateung ini, demi menyelamatkan tanah masyarakat yang sudah terkikis oleh ombak laut. pungkasnya.(Khaini)














