BeritaKriminal

Maraknya Pornography, Diduga Faktor Utama adalah Bebasnya Akses Internet Gratis

164
×

Maraknya Pornography, Diduga Faktor Utama adalah Bebasnya Akses Internet Gratis

Sebarkan artikel ini
Maraknya Pornography, Diduga Faktor Utama adalah Bebasnya Akses Internet Gratis
Foto : Dok.radar-x.net
BONDOWOSO – Akhir-akhir ini, pemerkosaan menjadi sebuah trending topik dalam indeks berita nasional. Bahkan peristiwa yang terakhir, menimpa seorang pelajar SMK di salah satu sudut kota Jakarta. Gadis tersebut diperkosa secara bergiliran dan beramai-ramai oleh sembilan pelaku, yang (sebenarnya) hampir sebaya dengan sang korban.
Sontak, kejadian ini membuat sebagian dari kita mengelus dada. Peristiwa tersebut tentu menambah daftar hitam mengenai kekerasan seksual di negeri tercinta. Sebelumnya, kita juga telah mendengar mengenai berita dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum guru di salah satu SMA unggulan di Ibukota. Kita juga masih ingat mengenai nasib seorang gadis SD yang meninggal dunia, akibat tindakan pelecehan seksual dan pemerkosaan ayahnya sendiri, dan masih banyak lagi kisah-kisah tragis dan miris mengenai pemerkosaan dan pelecehan seksual disekitar kita.
         
Di Indonesia sendiri, tindakan tersebut muncul sebagai dampak eskpor budaya dari Amerika dan Eropa. Hal ini memunculkan presepsi dan paradigma di masyarakat Indonesia, mengenai perilaku-perilaku disekitarnya. Presepsi dan paradigma itu menempatkan budaya perilaku Amerika dan Eropa sebagai kastater tinggi dalam interaksi sosial bermasyarakat, sehingga seseorang yang menerapkan budaya perilaku Amerika maupun Eropa akan dipandang sebagai individu yang modernis dan berwawasan global. Bahkan tak jarang, paradigma ini menjadikan sebuah kebiasaan yang Abnormal menjadi sebuah hal yang normal.

Faktor utama dari maraknya pornografi di negeri ini adalah begitu mudahnya budaya asing yang mudah masuk ke negeri tercinta ini, melalui akses internet begitu mudahnya anak-anak dibawah umur mengakses situs yang masih belum pantas untuk dikonsumsinya.

Melihat hal tersebut pemerintah Khusunya di Kab. Bondowoso harus memberi peraturan untuk membatasi informasi yang harus ia dapatkan tentunya harus menekan keras penyedia pelayanan internet untuk memfilter situs yang boleh di kunjungi.

Berdasarkan pantauan radar-x.net di Kab. Bondowoso pengguna akses internet sudah semakain meningkat namun ada sisi negatif yang harus diperhatikan, di sejumlah kantor pemerintah di Kab. Bondowoso masih banyak yang masih menjadi serbuan anak-anak untuk mendapatkan akses wifi secara gratis, yang tentu saja jika di akses oleh anak-anak muda, sedikitnya mereka pasti mengunjungi situs-situs yang berbau pornography.

Hal seperti ini pasti dampaknya sangat besar kepada generasi muda kita, sebagaimana trending topik di media visual beberapa minggu ini. Beberapa kecemasan dan komentar dari sejumlah elemen masyarakat, terutama pihak orang tua dengan kebebasan Akses internet gratis via WIFI, yang tentunya pihak orangtua tidak menginginkan putra-putrinya terjerumus dalam hal-hal yang negatif. “Kita selama ini sudah menjaga anak-anak kita dari hal-hal yang bisa membawa dampak negatif, seperti membatasi untuk mengunjungi Warnet, kecuali memang ada tugas dari sekolah, dan ternyata sekarang mereka lebih mudah lagi memanfaatkan dunia internet atau WIFI yang disediakan Gratis oleh Kantor-kantor Pemerintah yang ada di Bondowoso.” Ungkapnya.

Seorang Programmer Bondowoso agkat bicara ketika melihat perkembangan Tehnologi saat ini, di negara kita memang sudah berkembang pesat, namun akan jadi bumerang apabila Pemerintah sendiri tidak mampu mengontrol atau mendeteksi dampak-dampak dari dunia tehnologi saat ini, terutama bagi generasi muda kita.

“Pihak Developer untuk sebuah software ataupun Hardware tentunya sudah menyediakan security system untuk sesuatu yang diciptakannya, dimana security system tersebut dipakai untuk menghindari dampak Negatif dari apa yang diciptakannya, sebagai contoh Koneksi Speedy, yang mana terdapat pengaturan tersendiri untuk system securitynya, sehingga aman dan tidak mudah di akses oleh orang yang tidak berkepentingan.” pungkasnya.(Rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page