BeritaPertanianTerbaru

Manfaatkan Air SP Sewo Seluas 80 Hektar Lahan Pertanian Desa Sukra bisa Tanam

×

Manfaatkan Air SP Sewo Seluas 80 Hektar Lahan Pertanian Desa Sukra bisa Tanam

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, radar-x.net – Salah satu upaya Pemerintahan Desa Sukra Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat, dalam menghadapi Musim kemarau untuk Musim Tanam (MT) Gadu tahun 2019, Kuwu Damuri melakukan upaya memanfaatkan keberadaan Air kali Pembuang Sewo dengan menggunakan Pompanisasi untuk mengairi lahan pertanian agar bisa tanam padi.

Damuri, Kepala Desa (Kuwu) Desa Sukra di lokasi Pompanisasi SP Sewo Dusun Kedongdong blok Badog, Senin (23/9/2019) mengatakan, Seluas 80 hektar lahan Pertanian yang ada di Desa Sukra di musim tanam gadu tahun 2019 ini tidak bisa diairi oleh jadwal gilir Air yang sudah ditentukan oleh PJT Seksi Patrol. “Kami sangat memaklumi dengan keberadaa debit air yang ada di Bendungan Salam Darma dengan musim kemarau panjang di tahun 2019,” katanya.

Oleh Sebab itu, lanjut Kuwu Damuri, kami selaku pemerintahan Desa Sukra, melakukan upaya agar lahan pertanian tersebut bisa menanam padi. “Saya memanfaatkan Air yang ada di Sungai pembuang (SP) Sewo dengan cara Pompanisasi menggunakan Mesin Col Diesel Ps 100/6 inc yang disalurkan ke saluran kali pensuplay air yang lebih tinggi untuk di salurkan ke lahan pertanian seluas 80 hektar.

Baca juga: Kelompok Petani Wanita Peduli Sukses Regenerasi Resulfe

Damuri menambahkan, 70% lahan pertanian di Desa Sukra yang sudah tanam padi di suplay dari air yang ada dari jadwal gilir dari Bendung Salam Darma, dan 30% Lahan pertanian yang sekarang sudah mulai tanam benih keberadaan Airnya melalui pompanisasi yang sekarang sedang dilakukan dari Keberadaan air sungai pembuang Sewo.

“Mudah-mudahan seluas Kurang lebih 350 hektar lahan pertanian yang ada di Desa Kami (Sukra) MT Gadu 2019 ini bisa 100% tanam semua.” Terangnya.

Ditempat terpisah Camat Sukra, Drs. H. Achmad Mansur, M.Si, di ruang kerjanya Kepada radar-x.net mengatakan, “menurut saya, langkah yang dilakukan oleh Kuwu Damuri itu sangat bagus, dan saya sangat memberikan Apresiasi terhadapnya, dimana saat petani dilanda kebingungan yang luar biasa akibat masalah kekeringan dan keberadaan air di bendungan Salam Darma tidak bisa mensuplay air serta mengancam lahan pertanian petani tidak bisa tanam padi, Kuwu Damuri mengambil langkah dengan memanfaatkan air yang ada di kali pembuang sewo, dengan melakukan pompanisasi.” Jelasnya.
(Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page