SUBULUSSALAM, radar-x.net – Berdasarkan pantauan LSM KPK-Nusantara, terdapat tiga desa diantaranya; desa Makmur Jaya, desa Pasar Panjang, desa Suka Makmur, kec. Simpang kiri yang dilintasi oleh mobil tengki besar yang bermuatan lebih kurang 35 ton CPO, masyarakat mendesak ke pihak PT PKS harus bertanggung jawab atas jalan yang rusak tersebut.
Saat LSM KPK-Nusantara menjumpai kadis dishub Muksin SH, yang didampingi awak media, kadis dishub menyampaikan bahwa, sehubungan pekerjaan jembatan di desa Siklondang belum siap, maka mobil tengki PKS melintas lewat jalur di antara tiga desa.
“Pekerjaan jembatan di desa Sikelondang habis masa kontraknya, peroyek tersebut orang propinsi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan H. Mahmudin, selaku tokoh masyarakat desa makmur jaya mengungkapkan kekesalannya atas sikap PT PKS tersebut, karna mobil tangki CPO yang melintasi jalan desa akhirnya berlubang.
Lembaga Swadaya Masyarakat, Komunitas Pemantau Korupsi (LSM KPK-Nusantara) tim investigasi aceh, Raja Aceh, meminta pihak perusahaan harus ada tanggung jawab dan solusi. Karna bila dibiarkan terus menerus jalan tersebut akan jadi hancur dan berlubang, akibat jalan yang berlubang anak-anak sekolah sangat susah melintsai jalan tersebut.
“Pemerintah daerah pemko Subulussalam harus ambil sikap tegas dalam hal ini, karna sebelum jalan yang dilintas mobil tengki CPO tersebut memakan korban jiwa. Dan juga sebelum begejolak hal yang tidak kita inginkan kedepanya,” tandasnya. Jumat 13/04/18. (Raja)














