LBH Rakyat Indonesia Geram dengan Ulah Oknum Pejabat BNI

- Penulis Berita

Kamis, 12 Oktober 2017 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur LBH-Rakyat Indonesia Ronal Efendi SH. 



MAKASSAR, radar-x.net – Kasus Pemukulan dan Pembubaran paksa Gerakan Mahasiswa dari Aliansi Pemuda Sulsel Formakar Makassar dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Metro Makassar dan Himpunan Aktivis Makassar (HAM) di depan Kantor BNI Makassar membuat LBH_RI Geram dan mengecam atas tindakan premanisme yang mengakibatkan banyaknya mahasiswa mengalami luka-luka, Kamis (12/10/2017).

Direktur LBH-Rakyat Indonesia Ronal Efendi SH, mengatakan bahwa persoalan ini adalah hal yang sangat buruk dan tidak berprikemanusiaan

Andi Raja Nasution SH, C.La, Cpl, selaku direktu LBH pena hukum makassar menerangkan bahwa, kejahatan Negara Republik Indonesia adalah sebuah Negara yang berlandaskan hukum, hal ini berarti bahwa Hukum di Indonesia di junjung Tinggi, sesuai dengan pasal 27 UUD 1945 yang sudah di amandemen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahwa segala warga Negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan, dan wajib menjunjung hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”. Sebagai Basic Law (hukum dasar) UUD 1945 telah mengatur kedudukan warga Negara dan pemerintahan itu sendiri.” Terang Andi Raja.

Baca Juga:  Sekjen LSM KPK Mengecam Tindakan Kekerasan Preman Bayaran

Ronal menambahkan, Gerakan mahasiswa yang dilakukan itu Sesuai dengan ketentuan undang-undang, jadi sudah sangat jelas ketika para mahasiswa menyampaikan Aspirasinya di muka umum.

“Kami LBH Rakyat Indonesia dan LBH Pena hukum Makassar, membuka Ruang Kepada Pihak Mahasiswa yang Ingin mencari keadilan dan akan mengawal kasus tersebut, sehubungan dengan tindakan premanisme sampai mendapatkan kepastian hukum. LBH Rakyat Indonesia Geram dengan Ulah Oknum Pejabat BNI yang diduga melibatkan Preman dalam membubarkan aksi. Jadi kami menyampaikan kepada Pihak BNI kalau tidak taat dengan aturan perundang undangan mending hengkan saja di Indonesia.” Tandasnya.

Dalam aksi ini, pihak kepolisian tidak mampu melerai aksi yang dilakukan dari puluhan preman tersebut.(Wawan)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dewan Dorong Peningkatkan Sarana Prasarana
Membingungkan Publik, Pernyataan Berbeda Antara AMMBLAS dan Sodiq
“Kompak” Kapolsek Prenduan bersama Forkopimcam  Pragaan, Hadiri Pembukaan Health Education Ecohap
DPRD Mura Ajak Sukseskan Upaya Penurunan Stunting
Legislator Ajak Lestarikan Budaya Lokal dan Generasi Pemuda
Dukung Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Pj. Bupati Nizhamul Hadiri Pembukaan TMMD
Digandang Bakal Rebut Kursi Wakil Ketua 1 DPRD Murung Raya
Program Pemerintah Harus Memprioritaskan Aspirasi Masyarakat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:49 WIB

Membingungkan Publik, Pernyataan Berbeda Antara AMMBLAS dan Sodiq

Kamis, 22 Februari 2024 - 01:07 WIB

“Kompak” Kapolsek Prenduan bersama Forkopimcam  Pragaan, Hadiri Pembukaan Health Education Ecohap

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:48 WIB

DPRD Mura Ajak Sukseskan Upaya Penurunan Stunting

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:39 WIB

Legislator Ajak Lestarikan Budaya Lokal dan Generasi Pemuda

Rabu, 21 Februari 2024 - 08:19 WIB

Dukung Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Pj. Bupati Nizhamul Hadiri Pembukaan TMMD

Selasa, 20 Februari 2024 - 20:34 WIB

Digandang Bakal Rebut Kursi Wakil Ketua 1 DPRD Murung Raya

Senin, 19 Februari 2024 - 22:38 WIB

Program Pemerintah Harus Memprioritaskan Aspirasi Masyarakat

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:25 WIB

Dewan Minta Pemkab Mura Tingkatkan SDM Masyarakat Lokal

Berita Terbaru

Daerah

Sat.PolPP Pamekasan, Kembali Tertibkan PKL

Jumat, 23 Feb 2024 - 12:52 WIB

Pendidikan

Kabupaten Indramayu Cetak Generasi Qur’ani Hebat

Jumat, 23 Feb 2024 - 11:33 WIB