Politik

Kepala Desa Definitif Kedinding Pernah Menjadi background Spanduk Kampanye (Caleg) Putranya

264
×

Kepala Desa Definitif Kedinding Pernah Menjadi background Spanduk Kampanye (Caleg) Putranya

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO, RADAR-X.net – Pesta demokrasi yang kerap disebut sebagai pestanya masyarakat di seluruh Indonesia dalam pemilihan Calon legislatif DPRD (Caleg) Dan Pilihan presiden (Pilpres) akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024 nanti.

Dalam aksi mengkampanyekan suatu partai atau fraksi tentunya adalah sebuah pilihan bagi masyarakat luas untuk menentukan sebuah pilihan suara mereka.

Namun ada beberapa peraturan yang memang sudah ditetapkan untuk wajib tidak mengikuti kampanye tersebut, dan juga harus netral dari semua politik, tentunya semua itu mempunyai suatu alasan untuk pemerintah memberikan himbauan dan dikenai sangsi bagi mereka yang melanggar.

Seperti sangsi yang berlaku kepada Polri, TNI, ASN (Aparatur Sipil Negara/pegawai Negeri) dan Juga Pemerintah Desa tentunya.

Di kutip dari laman media online yang beredar, telah diberitakan bahwa pada sabtu 22 Oktober 2022 lalu, yang mana kepala desa Kedinding Kec. Tarik Sidoarjo, H. Sudana mengkampanyekan Caleg yakni putranya sendiri yang bernama Prabata Ferdiansyah DPRD Dapil 4, dengan mengusung Fraksi PDIP, Dengan foto background banner dengan sang ayah yang menjabat sebagai kepala desa.

“Betul mas, kalau tidak salah pada tahun lalu 2022 itu memang ada foto banner besar sih, yang dipampang oleh kepala desa kedinding, ya mungkin memang yang mencalonkan Putranya sendiri, dan gambar yang di pajang dulu itu putranya (Mas prabata) dan H. Sudana kepala desa, tapi semua itu sudah di lucuti atau di bongkar, memang ada banyak yang di pasang untuk gambar Banner, tersebut,” kata salah satu warga masyarakat desa Kedinding SH (43) Thn, kepada awak media di warung kopi Setempat. Kamis (11/01/2024).

Pasalnya, dalam peraturan yang dikeluarkan oleh Permendagri sudah jelas bahwa semua yang tercakup sebagai orang yang harus netral agar tidak menjadi suatu Bumerang bagi warga, dan cendrung menjadi kubu yang tentunya bisa menjadi pemicu kerusuhan ataupun kecurangan untuk pihak oknum lainya.

Sementara itu, acuan para awak media adalah ingin mempertanyakan hal tersebut ke Bawaslu untuk memberikan keteranganya.

Sampai berita ini diturunkan, pihak dari kepala desa Kedinding tidak ada di tempat (Kantor desa Kedinding) untuk sekedar memberikan konfirmasi terkait aksi kampanye nya pada saat itu.

(Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page