SAMPANG, radar-x.net – Praktek Kerja Lapangan (PKL) kuliah kebidanan angkatan ke 8 dari kampus Akademi Kebidanan Graha Husada Sampang, kini sudah memasuki tahap penyelesaian dan praktek-praktek dalam melayani masyarakat dan mempraktekkan cara prilaku hidup yang sehat bagi warga setempat. Jum’at 26/07/2019.
Pasalnya, Kelompok “PKL” yang ditempatkan di desa Angsokah kecamatan Omben kabupaten Sampang Jawa Timur, merupakan kelompok yang pertama kalinya yang diturunkan ke lapangan wilayah Omben, yaitu angkatan ke delapan dan dihuni dari 13 calon bidan dari Akademi Kebidanan Graha Husada Sampang.
Istimewanya, kelompok ini mendapatkan fasilitas sarana yang sangat nyaman dan mendapatkan pelayanan istimewa dari kepala desa Angsokah Omben.
Muafi kepala desa Angsokah mengatakan, “kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswi yang sudah memberikan contoh yang positif bagi warga desa Angsokah agar mengerti cara hidup yang sehat, dan juga saya ucapkan banyak terima kasih kepada dosen dari (AKBID Graha Husada sampang) serta pihak-pihak terkait termasuk camat omben dan pemerintah kabupaten Sampang yang memilih desa Angsokah menjadi pilihan pertama untuk adik-adik PKL dalam mempraktekkan ilmunya yang selama ini diraih dari kampusnya,” ujarnya.


Muafi menambahkan, “karena desa Angsokah yang menjadi pilihan untuk PKL angkatan ke 8 dari kampus Tersebut, maka saya siapkan fasilitas yang sekiranya tidak mengecewakan pada calon-calon bidan itu. Mulai dari sarana dan fasilitas lainnya, dan saya sudah memberikan informasi kepada masyarakat desa Angsokah agar menghormati dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang di terapkan oleh para peduli kesehatan warga itu,” lanjutnya.
Sementara Eva R. Mahasiswi asal Taddan kepada awak media radar-x mengatakan, “saya sangat beruntung mas…! Karena PKL saya ini ditempatkan di desa yang sangat damai dan warganya ramah-ramah dan pengertian kepada kami, lebih-lebih bapak kepala desanya yang betul-betul seorang pemimpin” kata Eva.
Eva menambahkan, “pokoknya desa Angsokah ini dan kepala desanya luar biasa serta ajung jempol buat Bapak Muafi.” Tutupnya. (MK)














