![]() ![]() |
| Para Pengrajin Warga Dusun KO’OL, (Foto : Abas) |
BONDOWOSO – Kerajinan anyaman bambu Desa Sumber Pakem Kec. Maesan selama ini sudah banyak dikenal warga di daerah luar desa, yang mana kerajinan anyaman yang diproduksi secara turun temurun, kerajinan itu sudah berkembang dan menjadi sentra tersendiri.
Pengrajin anyaman bambu di desa ini memang sudah tidak sebanyak dulu. Tapi, bukan berarti bahwa sentra kerajinannya sudah mati, masih cukup banyak warga yang menekuninya khususnya di Dusun Karang KO’OL.
Hal ini dikatakan oleh Saswito, Kepala desa Sumber Pakem, bahwa masih ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang memproduksi aneka produk kerajinan bernuansa klasik tersebut. Ada kukusan nasi, tampah, rinjing, hingga gedek alias dinding dari anyaman bambu.
“Kerajinan ini harus ada inovasi dan varian kerajinan anyaman,” ujarnya saat di wawancarai RADAR-X dilokasi. Rabu (16/11/2016).
Ia menambahkan, kegiatan pelatihan ini di maksudkan untuk meningkatkan kerterampilan warga agar bisa memproduksi kerajinan baru seprti; songkok, tempat pensil, vas bunga dan tong sampah dari ayaman.
“Perkembangan dan persaingan sudah mulai tinggi kalau warga hanya membuat anyaman seprti itu saja, maka akan kalah bersaing dengan produk lain, apalagi sekarang sudah banyak tampah dan rinjing dari plastik, jadi harus kreatif dan inovatif agar bisa bertahan,” jelas Sasmito.
Beruntunglah, beberapa tahun terakhir, kesadaran baru muncul. Pemerintah desa pun aktif mendorong para pelaku UMKM itu untuk tak segan berinovasi dengan cara mengadakan pelatihan kerajian anyaman.
“Mereka juga memfasilitasi regenerasi serta membantu terobosan pemasarannya, dan desa itu harus berdaya dan mandiri,” tutup Saswito.(Abas)
















