![]() ![]() |
| Situasi saat peresmian “Getar Desa” di desa Bukit. (Foto:Abas). |
BONDOWOSO, Radar-X.Net – Peresmian Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (GETAR) untuk Kecamatan Wringin diresmikan pada Jum’at (04/08/2017).
Sesuai amanah UUD 1945 pasal 31 yang menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintahan wajib membiayainya. Ini adalah tanggungjawab pemerintahan dalam memajukan Bangsa.
Dalam pasal 31 ditegaskan bahwa Negara dalam hal ini harus memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, pemerintahan memiliki kewajiban untuk meningkatkan mutu pendidikan masyarakat. Pemerintah harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM yaitu melalui pendidikan. Banyaknya masyarakat putus sekolah diberi kesempatan memperoleh pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C.
Kini Kecamatan Wringin meresmikan Gerakan Pendidikan Kesetaraan Berbasis Desa (Getar Desa) bertempat di SDN 1 Bukor, Kecamatan Wringin.
Giat hadir dalam acara Sekretaris Kecamatan Agus, Kepala UPTD Wringin Muhdar, S.Ag, Ketua PGRI wringin, Pendamping Desa (PD dan PLD) Wringin, perwakilan PKBM, dan tutor.
Kades Bukor Mathari, dalam sambutannya, ia berharap agar masyarakat Desa Bukor yang menjadi Warga Belajar (WB) kesetaraan berbasis desa, betul-betul rajin sesuai yang sudah dijadwalkan. Dengan harapan program ini bisa menjadi ujung tombak untuk membangun Bondowoso dari pinggiran.
“Kepada masyarakat agar nantinya pekerjaan rumah tangga jangan dijadikan alasan dalam ketidak aktifan mengikuti program ini, karena sebagian besar warga Desa Bukor merupakan masyarakat yang sudah mempunyai aktivitas sebagai kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga,” kata Kades.
Dijelaskannya, bahwa program ini merupakan program yang dialokasikan dari Dana Desa (DD), jadi sekolahnya gratis.
Sementara itu, Sekertaris Kecamatan Wringin Agus, telah meresmikan Program ” GETAR ” di Kecamatan Wringin sebagai pertanda dimulainya tahun ajaran baru sekalipun kegiatannya sudah lama di mulai di Wringin hanya saja peresmiannya di laksanakan hari ini.
“Terimakasih kepada seluruh Kades se-Kecamatan Wringin yang telah antusias mendorong masyarakatnya untuk mengikuti pendidikan kesetaraan. Kegiatan ini bukan hanya menyediakan anggaran untuk program “Getar Desa”.” Kata Agus.
Ia juga berharap masyarakat mendapatkan pendidikan sebaik mungkin walaupun melalui pendidikan nonformal. Hal ini juga sejalan dengan harapan Bupati Bondowoso untuk meninggalkan label Bondowoso sebagai daerah tertinggal.
Agus menjelaskan, bahwa peningkatan mutu pendidikan melalui penyaluran Dana Desa (DD) sangat berguna bagi masyarakat, terutama masyarakat yang putus sekolah.
“Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin besar pula upaya meningkatkan kualitas SDM. Hal tersebut dapat mendorong kemajuan bagi suatu daerah.” Tutupnya. (Abas)















