

JEMBER, radar-x.net – Dalam rangka pengamanan operasi ketupat Semeru 2018, menjelang hari raya Fitri 1439 H, Polres Jember menggelar pasukan gabungan TNI/Polri, Dinas perhubungan, Satpol PP, Banser, komunitas off Road, Orari dan organisasi masyarakat. Bahkan dalam gelar pasukan gabungan ini melibatkan 359 personil. 202 personil polres dan 157 personil samping dari Dishub, satpol PP, Banser, Orari, ormas dan lainnya.
Selain itu, tujuannya adalah agar Jember tetap kondusif dan aman, termasuk penempatan personil penembak jitu di titik-titik rawan, agar mengantisipasi adanya bajing loncat, begal yang setiap waktu mengancam masyarakat.
Hal tersebut dikemukakan Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo, SH. S.I.K, MH, pada sejumlah media. Rabu (6/6/18), usai gelar pasukan gabungan. ” Polres Jember dalam rangka pengamanan operasi ketupat semeru 2018, menjelang hari raya Fitri 1939, H, menggelar operasi gabungan TNI/ Polri, dari Polres, Kodim, CPM, Dishub dan satpol PP serta Banser dan lainnya. Dalam pengamanan tersebut melibatkan 359 anggota, dari polres 202 personil, dari samping 157 personil gabungan,” ujar Kusworo.
Kapolres menjelaskan, bahwa seluruh anggota disebar di setiap Tempat-tempat yang dianggap rawan, akan dipantau dan digandakan personilnya. Yakni, pusat keramaian, tempat ibadah seperti gereja, pasar, pusat perbelanjaan seperti Mall, tempat wisata Pancer Puger, Papuma, Watu Ulo dan sebagainya. Selain itu kami menghimbau bagi yang mau pulang kampung agar mengunci pintu dengan ganda dan tralis agar tak menimbulkan pencurian dan keriminal yang lain.


“Selain itu, polres juga menyiapkan penembak jitu yang ditempatkan pada titik-titik rawan kriminal, agar bisa mengantisipasi bajing loncat, begal jalanan yang setiap waktu akan mengancam jiwa manusia. Maka telah kami persiapkan dengan menempatkan berapa personil pada titik rawan terjadi kriminal. Bahkan tempat yang dianggap rawan tersebut, masyarakat tidak akan tahu dimana tempatnya petugas yang memantau,” jelasnya.
Perlu diketahui, dalam acara tersebut, tampak hadir, Bupati dr. Faida MMR, Kapolres, AKBP. Kusworo Wibowo, Dandim 0824, Letkol Inf. Arif Munawar, Komandan Brigif 9, Komandan Armed 8 Tarik, Komandan Raider 509, dan Komandan Secaba, perwakilan pengadilan dan Kejaksaan, serta berapa pejabat yang tak bisa disebut nama satu persatu.
Pantauan media ini saat gelar pasukan, sangat meriah sekali. bahkan Bupati, Dandim, Kapolres serta Forpimda usai upacara langsung mengecek kesiapan sarana yang ada. termasuk mobil ambulance, patroli, dan mobil pemadam kebakaran termasuk dengan personilnya. dilanjut penanda tanganan pemusnahan miras dan obat terlarang. (Dik/Bas/Rez)














