BeritaHukum

Kapolres Jember: Orang Tua dan Guru Merubah Paradigma Kekerasan dalam Menyelesaikan Masalah Dengan Ahlaq

×

Kapolres Jember: Orang Tua dan Guru Merubah Paradigma Kekerasan dalam Menyelesaikan Masalah Dengan Ahlaq

Sebarkan artikel ini
Kapolres Jember: Orang Tua dan Guru Merubah Paradigma Kekerasan dalam Menyelesaikan Masalah Dengan Ahlaq
Foto: Heru,
JEMBER – Jum’at (11/03/2016) bertempat di masjid Muhammad Chengho, Jln. Hayam Wuruk, kaliwates, Kab. Jember, Jawa Timur. Di laksanakan shalat jama’ah Jum’at yang pertama kalinya sejak di resmikan pada tahun 2015 lalu. Adapun yang hadir dan ikut shalat jum’at bersama yaitu Wakil bupati Jember, Drs. KH. A. Muqid Arief besera Kapolres Jember, AKBP. Sabilul Alif, Beserta jajarannya.
Sebelum khotbah shalat jum’at di mulai, Wakil Bupati memberikan sambutannya, antara lain, 1. Atas nama pemkab. Jember menyampaikan terima kasih dan Selamat atas dilaksanakannya shalat jum’at pertama kalinya di masjid Muhammad Chengho, 2. Diharapkan keberadaan masjid ini menjadi salah satu media dakwah, media komunikasi utk menyampaikan pesan2 kebaikan dan silaturrohmi kaum muslimin dan masyarakat Jember pada umumnya, 3. “Tidaklah aku turunkan kamu ke dunia wahai Muhammad, melainkan agar kamu menjadi rahmad bagi ummat manusia di bumi ini”. Firman Allah tersebut mengakhiri sambutan dari orang No.2 di Jember ini.
Setealah Khotib selesai dalam Kotbah dan sholat juma’at, dilanjutkan sambutan dari Kapolres Jember, dalam sambutannya Sabilul Alif menyampaikan, di Kab. Jember peredaran uang palsu sangat luar biasa besar, dimana beberapa bulan lalu di tangkap pengedar uang palsu yang mencapai hampir Rp.13 milyar. Penangkapan kepada bandar dan Pengedar narkoba yg semakin merajalela juga sudah dilaksanakan.

Dengan semakin maraknya peredaran narkoba di kab. Jember, dalam waktu dekat di Jember akan di bentuk BNK  untuk membantu Polres dalam pengungkapan kasus kasus narkoba. Bahkan sampai level paling bawah sekalipun, dari tingkat RT RW ke atas smpai ke kepala desa/kelurahan, ungkapnya.

Minuman keras yang sudah menyentuh remaja SMA bahkan SMP sangat membutuhkan atensi seluruh elemen masyarakat. Terutama orang tua, guru di sekolah,  guru ngaji di rumah, dan juga tokoh masyarakat di lingkungan itu. Minuman keras bukan barang mewah dan mahal bagi anak-anak, oleh karenanya mereka sudah bisa membuat MIRAS oplosan sendiri, yang tentunya bahannya adalah alkohol 70%, air kemasan, kuku bima warna biru dll. Sementara itu, Pembunuhan yang berlatar cemburu dalam tahun ini saja sudah 2 kejadian perkara bahkan anak usia SMA sudah berani melakukan tindakan kekerasan dengan pembunuhan., ucap Kapolres yang sepekan lalu mendapat penghargaan nomor satu terkait pengungkapan narkoba.
Kapolres mengajak kepada seluruh orang tua dan guru agar merubah paradikma kekerasan dalam menyelesaikan masalah dengan akhlak yang lembut dan belas kasih. Agar dalam setiap permasalahan yang menimpa anak anak, dapat di selesaikan dengan cara yang arif dan bijaksana tanpa kelerasan.(Heru/Bayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page