![]() ![]() |
| Foto : Sukri, |
BODOWOSO – Seorang mahasiswa STAI AT-Taqwa Bondowoso, atas nama Avan(AV), ditangani polres Bondowoso lantaran memukuli Sukron Makmun(SM), tepat di depan kampusnya, jalan hoscokroaminoto, kademangan, Bondowoso.
Pemukulan terjadi pada jam 19.15 WIB, ketika SM hendak masuk gerbang kampus menuju kamar kecil, namun satpam tidak mengizinkan masuk dan menghadang SM karena masih ada acara ospek.
Tak selang beberapa lamanya, pelaku (avan) yang duduk berdekatan dengan satpam langsung memukul SM hingga pelipis dan kelopak matanya sobek. korban langsung dibawa ke RS. Mitra Medika dan dijahit sebanyak tiga jahitan.
“Saya hendak masuk ke gerbang kampus mau ke kamar mandi ternyata tidak diizini oleh satpam, ternyata tanpa sebab apapun saya langsung dipukul oleh avan,” jelas SM
Menurut salah seorang saksi (orang tua mahasiswa) menjelaskan bahwa, Saudara SM mau masuk untuk ke kamar kecil, ternyata dihadang oleh satpam dan kemudian dipukul oleh pelaku. “SM mau masuk menuju kamar kecil dan dihadang satpam kemudian dipukul pelaku tanpa ada sebab,” terang saksi
Dari kejadian tersebut, Korban langsung melaporkan ke polres setempat guna di tindak lanjuti secara hukum, adapun motif pemukulan saat ini masih di selidiki oleh Reskrim Polres Bondowoso.
Atas kejadian tersebut salah satu Alumni STAI AT-Taqwa Sukandar, menyayangkan atas tindakan kekerasan yang dilakukan antar mahasiswa di Kampus, karena sangat tidak mencerminkan bahwa Kampus adalah sebagai basis kaum intelektual, akan tetapi kampus menjadi tempat praktik premanisme.
“Jangan sampai premanisme bersarang di kampus. Mustinya kampus harus menjadi tempat untuk pendidikan,” ujar Bendahara IKA PMII ini kemarin.
Menurutnya, kampus merupakan kawah candradimuka pendidikan masyarakat. Sebab kata Kandar seharusnya kaum intelektual itu lebih mengutamakan musyawarah daripada kekerasan, dan kampus dapat mendidik mahasiswa menjadi pribadi berkarakter anti premanisme.(sukri/gk).















