Ditempat yang sama Direktur Sekolah Dasar, Sry Wahyunigsih mengingatkan Protokol Kesehatan harus dipantau, menjadi budaya hidup bersih sehat untuk peserta didik kita. Budayakan anak-anak mempunyai perilaku yang baik, bertanggung jawab dan berintegritas sejalan dengan program sekolah penggerak.
“Program ini berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi literasi, numerasi dan karakter, dan Batubara termasuk dari 111 kabupaten terpilih yang akan melaksanakan program sekolah penggerak,” tutur Direktur Sekolah Dasar.
Masih menurut Direktur SD Kemendikbud ini, Kabupaten Batu Bara juga merupakan salah satu kabupaten terpilih untuk program kerjasama dengan GIZ. Pihaknya sangat mendukung kerjasama lintas sektor yang dapat mendukung kebijakan nasional dalam hal ini penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam masa Pandemik Covid-19.
Direktur juga menyampaikan banyak terobosan yang telah dilakukan kawan-kawan dari Dinas Pendidikan Batu Bara walaupun disaat pandemi dan gaungnya sampai ke Kemendikbud. Mulai dari pembukaan sekolah tatap muka sejak awal September 2020, melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap program sekolah penggerak, guru penggerak secara terus menerus, begitu juga dengan mempersiapkan tenaga guru non ASN untuk memperisapkan diri mengikuti ujian PPPK melalui kegiatan Try Out, melaksanakan sosialisasi dan simulasi SIPLah bagi semua sekolah jenjang Pendidikan Dasar dan mempersiapkan berbagai Aplikasi yang dapat memudahkan kegiatan sekolah, dan saya yakin Program GIZ akan sukses di Batu Bara, tutur Mbakning safaaan Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud ini.
Masih menurut Mbak ning, Kabupaten Batubara merupakan salah satu dari 2 (dua) kabupaten terpilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dalam pelaksanaan program Dukungan Kebersihan dan Perubahan Perilaku (Hygiene Behaviour Change) di Indonesia untuk Kesiapsiagaan Sekolah dalam Menghadapi Pandemi.
“Hanya ada dua kabupaten di Indonesia yang terpilih yakni Kabupaten Batu Bara di Provinsi Sumatera Utara sebagai perwakilan dari wilayah Indonesia bagian Barat. Sedangkan Kabupaten Timor Tengah Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan perwakilan dari Indonesia bagian Timur,” tutur Direktur SD.














