Kades Sepanjang Diduga Menipu Warganya

- Penulis Berita

Jumat, 20 April 2018 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Sepanjang Diduga Menipu Warganya

BANYUWANGI, radar-x.net – Wakil Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sepanjang, Kecamatan Glenmore mengadukan dan Kepala Desa Sepanjang, Rojikin ke Mapolres Banyuwangi, Rabu (14/2/2018) bulan lalu.

Pasalnya, pengaduan tersebut lantaran dugaan penipuan dan pemerasan uang yang dilakukan oleh Kades Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Rojikin kepada Safi’i(52), warga setempat yang melakukan penyewa lahan Tanah Kas Desa (TKD).

Pengadunya adalah Sugeng Hariyadi(50), Wakil Ketua BPD dan Muhammad Atho’illah anggota BPD Sepanjang. Mereka berdua melayangkan pengaduan ke Kapolres atas dasar pengaduan Safi’i, warga setempat yang lebih dulu mengadu kepada lembaga BPD Sepanjang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Kami sebagai lembaga permusyawaratan di desa meneruskan pengaduan dari masyarakat,” ujar Sugeng.

Pengaduan dari Safi’i itu telah diterima BPD Desa Sepanjang pada awal Februari 2018 lalu. Inti dari pengaduan Safi’i kepada lembaga BPD itu yakni, Safi’i meminta keadilan sebagai penyewa Tanah Kas Desa (TKD) desa Sepanjang seluas sembilan hektar. Karena pada 22 Desember 2017 lalu, saat dia diundang oleh Kades Sepanjang, Rojikin, untuk klarifikasi soal sewa TKD.

Dalam pertemuan tersebut, Safi’i ditemui oleh Kades Rojikin dan Ketua BPD, M. Khozin Jauhari. Dalam ruangan itu disampaikan jika uang sewa lahan TKD yang telah dibayarkan kepada PJ. Kades Atmin tidak masuk ke kas desa.

“ Kok bisa tidak masuk, kami punya bukti kwitansinya,” ungkap Sugeng.
Bahkan, dalam pertemuan itu, Safi’i yang buta huruf disodori kertas oleh Kades Rojikin dan diminta untuk tanda tangan.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Membuka Secara Resmi Gerai Layanan SIM Dan SKCK

Dijelaskannya, sebelum menanda tangani, Safi’i sempat bertanya kepada Kades Rojikin perihal tanda tangan tersebut. Tapi tidak dijawab, dan tetap diminta untuk tetap menandatangani kertas tersebut.

“Saat itu Safi’i sempat menyampaikan kepada Kades Rojikin, bahwa mau tanda tangan saja, tapi tidak tahu isinya dan tidak mengetahui apa saja isinya. Anehnya isi kertas yang disodorkan tersebut juga tidak dibacakan oleh Kades Rojikin,” jelasnya.

Dua hari pasca menandatangani, tambah Sugeng, surat di kantor desa itu Safi’i sempat bertanya kepada Ketua BPD, M. Khozin Jauhari perihal surat yang ditandatangani tersebut, karena sejak membubuhkan tanda tangan itu, Safi’i tidak diberikan copy surat tersebut.

Ketika ditanyakan persoalan itu, Ketua BPD, Khozin Jauhari menjawab jika surat yang ditandatangani tersebut adalah penyerahan lahan sawah seluas kurang lebih tiga hektare yang sudah dipanen. Sedang sisanya tidak ikut diserahkan, karena masih belum panen, termasuk lahan sawah seluasa 2,4 hektare waktu masih masa tanam. Bahkan, ketika itu Ketua BPD Khozin Jauhari juga berjanji akan memintakan foto copy surat tersebut kepada Kades Rojikin untuk diberikan kepada Safi’i. Sayangnya, foto copy surat itu hingga kini belum juga diserahkan kepada Safii.

Baca Juga:  Semangat Berbagi dan Bertoleransi, Keluarga Besar Pemuda Pancasila Aceh Tenggara Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

“ Kami wakil ketua BPD dan anggota mengetahui perihal sewa menyewa tersebut. Tapi kenapa dalam pertemuan penandatanganan surat oleh Safi’i itu kami tidak diundang. Anehnya, pasca klarifikasi kepada Ketua BPD tersebut, Safi’i justru dipanggil oleh aparat Polsek Glenmore,” keluh Sugeng.

Saat itu, diminta datang ke Polsek Glenmore karena ada pengaduan dari Kades Sepanjang, Rojikin. Intinya, Safi’i tidak boleh lagi menggarap lahan TKD seluas sembilan hektare yang disewa tersebut, lantaran sudah menandatangani surat penyerahan semua sewa lahan TKD tersebut, termasuk lahan seluas 2,4 hektare yang masih masa tanam.

“Saat itu pak Safi’i mencoba menjelaskan kepada Kapolsek Glenmore terkait peristiwa penandatanganan surat tersebut.
Tapi, saat itu permasalahan itu akan diselesaikan dalam pertemuan Forum Pimpinan Kecamatan Glenmore,” katanya.

Singkat cerita saat dalam forum pertemuan di rumah dinas Camat Glenmore itu. Safi’i mengajak Fail, selaku orang yang dipercaya menggarap lahan sawah, tak lama setelah berada di dalam rumah dinas itu, hadir Kades Rojikin, Sekdes Sepanjang, Abdul Haris, Kapolsek Glenmore, dan dua orang anggota Koramil Glenmore.

Inti pembicaraan dalam pertemuan itu. Safi’i tidak lagi boleh menggarap TKD yang telah disewa, lantaran sudah menandatangani surat penyerahan lahan. Sayangnya, Safi’i yang mengusulkan agar dalam pertemuan itu juga turut dihadirkan Ketua dan Anggota BPD beserta PJ. Kades Atmani agar persoalan lebih jelas, justru tidak dihiraukan, imbuhnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Bondowoso Bantu Korban Bencana Puting Beliung

Singkatnya, dalam pertemuan itu Kades Rojikin juga meminta uang sebesar Rp.15 juta kepada Safi’i untuk lahan seluas dua hektare yang di atasnya tumbuh tanaman padi siap panen.

“ Karena dipaksa dan diancam dilaporkan ke polisi perihal penyerobotan lahan. Saat itu akhirnya terjadi tawar menawar dan dipenuhi oleh Safi’i sebesar Rp.10 juta. Uang itu dapat pinjam ke pabrik Margojoyo, karena harus dibayarkan hari itu juga,” terang Sugeng.

Dalam surat pengaduannya kepada Kapolres Banyuwangi, Sugeng Hariyadi dan Muhammad Atho’illah juga melampirkan surat pengaduan Safi’i yang tertuju kepada BPD, surat pembatalan perjanjian sewa menyewa TKD antara Pj. Kades Sepanjang, Muhammad Atmin, SPd, MM, kwitansi ganti rugi terhadap Kades Rojikin dan surat perjanjian sewa menyewa TKD Sepanjang antara Pj. Kades Sepanjang dengan Safi’i sebagai penyewa.

“Ini bentuk kedzoliman kepada masyarakat yang harus dihentikan,” tegasnya.

“Harapan kami, bapak Kapolres Banyuwangi secepatnya memproses pengaduan kami sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” tandas Sugeng dan Atho’illah.

Sementara itu. Kades Sepanjang, Rojikin yang berusaha dikonfirmasi melalui nomor handphone nya *********995, tidak diangkat meski nada dering panggilan masuk. Dikonfirmasi melalui SMS juga tidak ada balasan. (Df/team)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Murung Raya Sambut Baik Pemkab Tekan Harga Serta Distribusikan Beras SPHP
Partai PDI Perjuangan di Pastikan Menduduki Pimpinan DPRD Murung Raya
Terkait Potongan Honor Linmas Desa Lembengan, Berikut Hasil Klarifikasinya
Doni Raih Suara Caleg Cukup Tertinggi di Davil III, Patut Diperhitungkan Pilkada 2024
Hari Terakhir Rekapitulasi Suara Tingkat Kabupaten Batu Bara Berjalan Lancar
DPRD Mura, Apresiasi Pemilu Berjalan Aman Dan Kondusif
Dewan Minta Potensi Desa Bisa Dioptimalkan
Pelayanan Dukcapil Mlayu, Hadir Di Acara Program Gerakan Pasar Murah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 13:45 WIB

Proyek Jaringan Irigasi Balai Besar Pengairan Diduga Jadi Ajang Mark Up Anggaran

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:23 WIB

PPTK Bungkam, Hotmix di Dusun Lidah Dasri Belum Setahun Sudah Retak dan Terangkat

Sabtu, 24 Februari 2024 - 07:08 WIB

Dodo Arman Hadiri Undangan Polda Sumsel, Klarifikasi Laporan Dr Ahmad Rizali

Kamis, 22 Februari 2024 - 22:58 WIB

Terjadi Dugaan Pelanggaran, Ketua Koordinator PKBM Banyuwangi Bungkam

Senin, 19 Februari 2024 - 20:34 WIB

Dinas Perdagangan Sumatra Selatan Dilaporkan ke Kejagung RI

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:13 WIB

Terkait Dugaan Mark Up Data, Ketua Amblas Akan Laporkan PKBM Lestari Kebun Dalem ke Kejaksaan

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:06 WIB

PKBM Lestari desa Kebun Dalem Banyuwangi Disinyalir Mar Up Data

Rabu, 7 Februari 2024 - 17:06 WIB

Kasudin Cipta Karya Jakarta Timur, Diduga Menerima Gratifikasi dan Menyalahgunakan Jabatan

Berita Terbaru