Ekonomi

“Jalur Pantura Di Pasar Bringkoning Macet Setiap Hari”, Ternyata Ini Penyebabnya

×

“Jalur Pantura Di Pasar Bringkoning Macet Setiap Hari”, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

Madura-Sampang, Radar-x, net – Akibat dari ditutupnya sebagian dari Pasar Bringkoning Desa Tlagah Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Madura Jawa, membuat Jalur alternatif pantura dari arah Kecamatan Ketapang menuju Kabupaten Bangkalan, mengalami kemacetan setiap hari.

Pasalnya, para pedagang Pasar harus berjualan di paruh jalan sehingga mengakibatkan arus lalulintas dan perjalanan lumpuh dan macet total, apalagi dihari hari Senin dan hari Jum’at,

Pantauan media Radar x. net di lokasi, pada Jum’at, 17/03/2023, pagi. Tampak tumpah ruah para pedagang palawija berjualan dan menjejerkan dagangannya di ruas jalan raya tersebut, mulai dari arah timur pasar sampai pada ujung barat pasar Bringkoning disisi utara jalan.

Berdasarkan informasi yang beredar di Masyarakat, para pedagang yang jualan disisi jalan raya tersebut, dikarenakan sebagian area pasar Bringkoning ditutup oleh ahli waris (H. Fadli CS) bersama Masyarakat setempat, lantaran sebagian dari area pasar Bringkoning bukan milik resmi dari pengelola pasar.

H. Masrikun salah satu pedagang sembako di pasar Bringkoning Banyuates, saat ditemui oleh beberapa media mengatakan bahwa sudah tiga minggu Pasar Bringkoning yang tutup oleh ahli waris bersama Masyarakat setempat sehingga para pedagang harus berebutan mencari tempat yang strategis.

“Ya betul mas..! Sudah tiga minggu lebih Pasar Bringkoning yang di tutup, sehingga para pedagang yang biasa berjualan di dalam pasar harus berebutan mencari tempat strategis meskipun di depan toko orang lain dan berjualan di jalan raya.” Ucap H. Masrikun

“Tidak hanya itu, lanjut H. Masrikun. Mereka juga tidak memikirkan bahayanya, padahal kalau ada kendaraan besar dan bermuatan berat resikonya sangat besar, baik bagi pedagang maupun kepada pembeli atau pengunjung pasar.

H. Masrikun juga menuturkan, bahwa sejak peristiwa penutupan pada Pasar Bringkoning, banyak pedagang nganggur tidak berjualan lantaran tidak memiliki tempat untuk berjualan, sehingga mereka haris jadi pengangguran.

“Banyak pedagang yang menganggur mas…! Padahal sudah menjelang bulan puasa, Kami jadi kasihan pada mereka.” Keluhnya

“Parahnya lagi, hampir setiap hari jalan raya ini macet total, sehingga menjadi keluhan bagi Masyarakat dan pengguna jalan raya, baik bagi pengendara roda dua dan roda empat maupun lebih.” Ungkapnya

Secara terpisah, Abdus Syakur salah satu aktivis pantura sangat kecewa dan mengeluh atas masalah ini, karena baginya ini merupakan salah satu masalah yang ringan namun Pemerintah tidak bisa menemukan solusi dan tidak adanya kemauan untuk kesejahteraan Masyarakat.

“Ini sih… masalah kecil, kenapa Pemerintah tidak bisa memberikan solusi terhadap kasus ini.” Tutur Syakur

“Sedangkan saat ini, Masyarakat sedang mempersiapkan segalanya untuk menyambut bulan suci ramadhan.” Imbuhnya

“Kami berharap Pemerintah segera ambil keputusan dan memberikan solusi atas sengketa lahan Pasar Bringkoning, demi pelayanan dan kebijakan kepada Masyarakat.” Pungkas Abdus Syakur aktivis Pantura dari LSM KPK Nusantara.

Hingga berita ini ditulis, Masyarakat berharap supaya Pemerintah segera menyelesaikan kasus ini, demi kondusifitas di bawah.

(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page