BONDOWOSO, Radar-X.net – Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid turun langsung mengecek denyut pembangunan infrastruktur di tengah masyarakat.
Dua titik menjadi perhatian, yakni Rekonstruksi Jalan Brigjen Pol. Sudarlan di Kecamatan Bondowoso dan perbaikan saluran Daerah Irigasi (D.I.) Tanggul Ko’ong di Kelurahan Tamansari.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus melihat langsung dampak pembangunan terhadap aktivitas warga.
Jika jalan berkaitan dengan kelancaran mobilitas, maka irigasi menyangkut urat nadi pertanian dan keberlangsungan lahan sawah masyarakat.
“Yang pertama kami mengunjungi dua titik. Salah satunya ruas jalan yang sedang kita perbaiki. Infrastruktur jalan ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat dan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Abdul Hamid Wahid.
Di ruas Jalan Brigjen Pol. Sudarlan, Bupati melihat langsung progres rekonstruksi yang tengah dikerjakan. Jalan tersebut menjadi salah satu akses yang cukup vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus pergerakan ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menempatkan peningkatan kualitas jalan sebagai bagian dari upaya membuka akses mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah progres pekerjaan berjalan sesuai dengan jadwal. Kami terus melakukan pengawasan agar kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Harapannya, setelah selesai nanti jalan ini dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Ansori.
Dari jalan, rombongan kemudian bergeser ke Kelurahan Tamansari. Di lokasi ini, perhatian pemerintah tertuju pada saluran D.I. Tanggul Ko’ong yang menjadi salah satu jalur penting untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian warga.
Bagi petani, saluran irigasi bukan sekadar bangunan beton. Kelancaran aliran air menjadi salah satu penentu keberlangsungan aktivitas bercocok tanam di lahan persawahan.
Abdul Hamid Wahid mengatakan, pembangunan dan perbaikan irigasi menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena manfaatnya bersentuhan langsung dengan produktivitas pertanian.
“Kita juga mengunjungi perbaikan jaringan irigasi yang mengairi lahan pertanian masyarakat. Penanganan ini dilakukan secara bertahap agar manfaatnya bisa dirasakan petani dan mendukung peningkatan hasil pertanian,” katanya.
Ansori menjelaskan, perbaikan saluran D.I. Tanggul Ko’ong dikerjakan melalui APBD 2026. Dari total jaringan yang memiliki panjang lebih dari 600 meter, pemerintah memprioritaskan titik sepanjang 100 meter yang dinilai paling membutuhkan penanganan.
Hasilnya, lahan pertanian seluas 57 hektare kini sudah bisa kembali mendapatkan pasokan air.
“Alhamdulillah, dengan penanganan yang kita laksanakan melalui APBD 2026 ini, area persawahan seluas 57 hektare sudah bisa terairi. Total jaringan irigasinya lebih dari 600 meter, namun yang kita tangani saat ini sepanjang 100 meter pada lokasi yang menjadi prioritas,” jelas Ansori.
Menurutnya, pekerjaan di lapangan berjalan tanpa kendala berarti. Strategi penanganan secara bertahap dipilih agar anggaran yang tersedia bisa diarahkan terlebih dahulu pada titik-titik yang paling membutuhkan.
“Tidak ada kendala di lapangan. Karena ini penanganan pada lokasi yang menjadi prioritas, maka tidak seluruh jaringan langsung diperbaiki. Kami menangani bagian yang paling membutuhkan perbaikan terlebih dahulu sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan petani,” katanya.
Perbaikan tersebut diharapkan mampu menjaga distribusi air tetap lancar menuju persawahan. Dengan cakupan layanan mencapai 57 hektare, saluran D.I. Tanggul Ko’ong memiliki posisi penting dalam menopang aktivitas pertanian warga Tamansari dan wilayah sekitarnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada pekerjaan fisik semata. Jalan yang diperbaiki diharapkan memperlancar pergerakan masyarakat, sementara irigasi yang kembali berfungsi diharapkan menjaga produktivitas lahan pertanian.
Dari satu titik ke titik lainnya, Abdul Hamid Wahid ingin memastikan pembangunan yang dibiayai daerah benar-benar berujung pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
Mulai dari jalan yang membuka kelancaran mobilitas hingga air yang menghidupkan kembali lahan persawahan, pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus menopang kesejahteraan masyarakat Bondowoso.














