Opini

Jalan Berlubang Kerap Menyebabkan Kecelakaan Dikeluhkan Warga

×

Jalan Berlubang Kerap Menyebabkan Kecelakaan Dikeluhkan Warga

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, RADAR-X.net – Pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok-pelosok desa, justru masih ada infrastruktur jalan yang kondisinya rusak, banyak berlubang dan membahayakan pengguna jalan, sehingga sering dikeluhkan oleh warga. 

Seperti jalan tembusan di desa Pengarang Gajas Kecamatan Jambesari Dharussolah pengguna jalan terpaksa harus melalui jalan berlubang yang kondisinya sangat membahayakan.

Menurut sejumlah warga setempat, dengan kondisi kerusakan aspal jalan serta sejumlah lubang yang cukup dalam, jalan yang menjadi akses sudah seringkali menyebabkan kecelakaan.

Warga yang melintasi di jalan ini harus extra hati-hati, terlebih saat malam hari dan saat musim hujan. Air hujan menggenangi lubang aspal dan lubang tersebut tidak akan terlihat dari jarak jauh. Selain jatuh terjerembab ke lubang aspal yang menganggu, pengendara kerap kehilangan kendali sehingga pengendara bisa nyemplung di dalam jambatan.

Seorang warga pengguna jalan mengatakan, bahwa kondisi jalan tersubut sangat merugikan warga yang melintas. Kendati kondisi jalan rusak dan berlubang tersebut sudah belasan kali menimbulkan kecelakaan namun bertahun-tahun jalan yang setiap harinya ramai dilalui warga itu tidak pernah diperbaiki.

“Wah sudah berulang kali. Sudah banyak korbannya,” ujar warga kepada media. Kamis (2/6/22)

Ia juga menyebutkan sejumlah kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh jalan rusak dan berlubang itu seperti yang dialami salah seorang pengendara yang terjerembab ke lubang jalan setelah lapisan aspalnya tergerus dan digenangi air. Bahkan kecelakaan di jalan di depan rumahnya itu juga dialami orang terdekat. Menantunya pernah menjadi korban jalan berlobang yang sudah dua tahun belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah ini.

“Sudah dua tahunan. Tidak siang, tidak malam ada saja yang jatuh,” ungkap warga. 

Warga lainnya, Isnando tokoh pemuda desa Pengarang Gajas juga menyatakan keperihatinannya sebagai warga terhadap kondisi jalan yang melalui permukimannya. Menurutnya warga setempat juga sering menimbung lubang jalan itu dengan pasir.

“Karena kena hujan pasirnya hilang. Jadi lubangnya kelihatan lagi,” jelas Insnando.

(Tim/Hos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page