ACEH TENGGARA, RADAR-X.net – Sebanyak 244 mahasiswa mengikuti gladi bersih menjelang wisuda sarjana S-1 ke-VIII tahun akademik 2020/2021, yang akan dilaksanakan pada Sabtu (14/08/2021) besok.
Gladi dilaksanakan pada Jum’at (13/08/2021) di halaman Kampus Universitas Gunung Leuser Aceh dan berlangsung dengan lancar, dan diikuti oleh mahasiswa dan panitia wisuda.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Saddam Hasrul S.Pd.I.,M.Hum, mengatakan seluruh persiapan menjelang prosesi wisuda mahasiswa Universitas Gunung Leuser Aceh telah dilakukan dengan baik.
Pihak Universitas Gunung Leuser Aceh ingin memastikan agar seluruh prosesi bisa berjalan sesuai dengan rencana, untuk dilakukan gladi bersih.
“Hari ini seluruh mahasiswa yang akan diwisuda mengikuti gladi bersih, kita harapkan acara wisuda pada Sabtu besok bisa berjalan lancar dan dapat memberi kesan bagi wisudawan dan keluarga yang hadir,” ungkap Saddam sekaligus patinia wisuda.
Pada tahun ini Universitas Gunung Leuser Aceh akan mewisudah 244 mahasiswa, adapun rinciannya Fakultas Ekonomi (Manajemen 40 orang, Akuntansi 34 orang), Fakultas Pertanian (Prodi Agrotek 36 orang), Fakultas FKIP (FKIP Biologi 66 orang, FKIP PKO 27 orang) dan Fakultas Teknik (Teknik sipil 41 orang).
Ada yang berbeda dari wisuda sebelumnya, sesuai dengan arahan gugus tugas covid-19 Provinsi Aceh, nanti universitas meniadakan jabat tangan dengan cara lain untuk para mahasiswa yang diwisuda. Hal ini dilakukan dikarenakan berkembangnya kasus virus Corona (Covid-19) di Indonesia membuat tak ada salahnya mengganti jabat tangan dengan cara lain.
Bentuk pengganti jabat tangan dalam wisuda ke VIII nanti antara lain dengan Namaste (menyatukan dua telapak tangan di depan dada, mirip dengan gerakan berdoa) dihadapan dekan dan salam dengan meletakan tangan kanan ke dada dihadapan rektor. Kedua bentuk salam tersebut merupakan pengganti jabat tangan dalam proses wisuda seperti biasanya.
“Dengan adanya gladi bersih ini diharap para wisudawan dan wisudawati dapat mengerti dan memahami proses pelantikan wisuda sehingga terhindar dari kesalahan dalam proses pelantikan nanti.” Ujar Saddam. (RH)














