Bondowoso, Radar-X.net – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Forum strategis ini menjadi wadah menyatukan arah pembangunan daerah agar selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Musrenbang sendiri merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyepakati prioritas program daerah.
Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan, pembangunan tahun 2027 akan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan berbasis pembangunan berkelanjutan.
“Momentum Idul Fitri harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih ikhlas dan sungguh-sungguh dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Kinerja Positif, Tapi Belum Maksimal
Dalam paparannya, Bupati menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Bondowoso pada 2025 mencapai 5,32 persen, disertai penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta menurunnya ketimpangan.
Namun demikian, ia mengakui masih ada tantangan besar, seperti kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur, hingga persoalan lingkungan dan bencana.
Tema Besar Pembangunan 2027
Tema RKPD 2027 yang diusung adalah:
“Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan.”
Tema ini juga selaras dengan hasil Musrenbang dari tingkat desa yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan fokus pada kesejahteraan serta ketahanan pangan.
Pemerintah daerah menetapkan enam agenda utama pembangunan, meliputi:
Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal
Tata kelola pemerintahan yang baik
Peningkatan kualitas SDM
Pemerataan infrastruktur
Penguatan sosial budaya
Perlindungan lingkungan hidup
DPRD Soroti Banyaknya Usulan
Ketua DPRD Ahmad Dhafir mengungkapkan, terdapat ratusan usulan masyarakat yang masuk melalui DPRD.
Namun ia mengingatkan agar tidak semua usulan dipaksakan masuk dalam program.
“Lebih baik taat aturan daripada taat kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa proses pembangunan tidak bisa instan karena harus melalui tahapan regulasi dan kemampuan anggaran.
Sinkronisasi Jadi Kunci
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Agung Subagyo, menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan antara daerah, provinsi, dan nasional.
Menurutnya, pembangunan daerah harus terintegrasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan merata.
Target 2027
Pemkab Bondowoso menargetkan pada 2027:
Pertumbuhan ekonomi: 4,04–5 persen
Kemiskinan: turun hingga kisaran 10,65–11,21 persen
Pengangguran: sekitar 2,43–2,94 persen
IPM meningkat hingga 71,74–72,64
Forum Strategis untuk Masa Depan
Kepala Bappeda Anis Hamidah menambahkan, Musrenbang menjadi forum penting untuk menyaring ratusan usulan dari masyarakat agar tepat sasaran dan sesuai prioritas pembangunan.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh program yang dirancang benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bondowoso.
Musrenbang 2027 pun menjadi penentu arah masa depan Bondowoso bukan sekadar perencanaan, tetapi komitmen bersama untuk pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.














