PURUK CAHU, Radar-x.net – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Liangsoi menilai Festival Budaya Tira Tangka Balang (TTB) Tahun 2026 ini memiliki nilai penting sebagai ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki daerah.
Menurut Liangsoi kegiatan budaya tidak semestinya hanya dipandang sebagai hiburan atau perlombaan. Di balik setiap tradisi yang ditampilkan terdapat nilai sejarah dan filosofi yang penting untuk diketahui, khususnya oleh generasi muda.
“Festival budaya seperti TTB memiliki nilai edukasi. Masyarakat bisa melihat langsung berbagai tradisi yang mungkin selama ini hanya mereka dengar dari cerita orang tua,” kata Liangsoi saat di bincangi di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Ia menilai penyelenggaraan Festival TTB dapat menjadi sarana untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dari sejumlah wilayah di Murung Raya. Kondisi tersebut dinilai positif karena dapat memperkuat komunikasi, kebersamaan dan rasa saling menghargai terhadap keberagaman budaya yang ada.
Liangsoi berharap kegiatan budaya ke depan tidak hanya menampilkan perlombaan, tetapi juga dapat disertai dengan ruang edukasi seperti pengenalan sejarah tradisi, makna simbol-simbol budaya, hingga proses pembuatan berbagai kerajinan tradisional.
“Kalau ada ruang edukasinya, masyarakat bukan hanya melihat pertunjukan, tetapi juga memahami apa makna di balik budaya tersebut. Ini penting supaya pelestarian tidak berhenti pada penampilan saja,” ujarnya.
Ia juga mendorong sekolah dan komunitas pemuda agar ikut dilibatkan dalam kegiatan budaya. Menurutnya, lingkungan pendidikan dapat menjadi salah satu tempat yang efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini.
“Pelestarian budaya harus dimulai sejak anak-anak. Sekolah dan komunitas bisa menjadi mitra untuk mengenalkan budaya lokal secara lebih dekat dan menarik,” katanya.
Selain itu, Liangsoi berharap pelaksanaan Festival TTB 2026 dan seterusnya dapat dilakukan secara konsisten dengan dokumentasi yang baik. Menurutnya, dokumentasi berbagai tradisi yang ditampilkan dapat menjadi arsip budaya yang berguna bagi generasi mendatang.
“Setiap kegiatan budaya sebaiknya didokumentasikan dengan baik. Kita memiliki banyak tradisi yang harus dicatat, sehingga generasi berikutnya masih bisa mempelajari dan mengenalnya,” jelasnya.
Liangsoi memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, panitia, peserta, pelaku seni dan seluruh masyarakat yang telah mendukung Festival Budaya TTB Tahun 2026.
Ia berharap festival tersebut terus berkembang bukan hanya dari sisi kemeriahan, tetapi juga dari sisi edukasi dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Harapan kita, Festival TTB semakin berkualitas dan benar-benar menjadi ruang belajar bersama tentang budaya. Dengan begitu, tradisi kita tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dipahami dan dihargai oleh generasi penerus,” pungkasnya. (hbr).
Festival TTB Jadi Wadah Kenalkan Budaya Lokal kepada Masyarakat















