Pengakuan Mantan Napi Lapas Kelas IIA Pamekasan,” Membeli Narkoba jenis Sabu Lebih gampang Ketimbang Beli Korek Api“
Pamekasan, Radar x. net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga menjadi sarang peredaran barang haram jenis narkoba. Minggu, 14/01/2024
Fenomena kabar mencuatnya dugaan peredaran dan penggunaan barang haram (Narkoba) oleh para penghuni lapas kelas llA tersebut, diakui oleh salah satu mantan Narapidana (Napi) yang baru bebas beberapa bulan yang lalu.
Mantan Napi yang tidak mau disebutkan namanya itu mengatakan bahwa peredaran dan penggunaan narkoba didalam lapas kelas llA Pamekasan sangat bebas.
“Terus terang.! setelah saya dipindahkan ke lapas IIA Pamekasan, Saya langsung kaget, karena pas saya di sel tahanan langsung dilempari kantongan plastik dengan isi narkoba jenis sabu-sabu.” tutur Mantan Napi penuh kaget
“Kemudian dengan Sura santai, Saya langsung tanya, apa itu? tanyaku
“Lantas kurir yang juga Narapidana di lapas Pamekasan itu dengan nada tegas menjawabnya. “Sabu-sabu”. lanjut pengakuannya, dalam cerita pengalaman saat di lapas.
“Dengan keadaan yang bebas di dalam lapas Pamekasan, terus terang Saya sangat kaget, dan Saya baru tau kalau itu sabu-sabu mas,” cerita mantan Napi tersebut.
Lebih jauh mantan Napi tersebut, menceritakan pengalamannya saat dalam lapas Pamekasan, bahwa sabu didalam lapas kelas IIA Pamekasan, lebih mudah didapat, ketimbang membeli korek api.
“Terus terang Mas..! Saya sendiri begitu heran, kok bisa ya? didalam lapas justru lebih gampang mendapatkan barang haram tersebut, ketimbang beli korek api, dan setelah saya tanya harga sabu yang dilemparkan sama saya waktu itu, harganya Rp. 200 ribu rupiah.” ungkapnya
“Saya tambah kaget. karena hanya seujung bungkus plastik saja harganya cukup mahal, justru Saya tidak berani menyentuhnya, dan yang lebih heran lagi, waktu Saya sholat berjemaah malah disudut mereka enak – enak menggunakan sabu, sehingga hidung Saya ditutupi baju mas,! bebernya lugas
“Jadi..! Para Narapidana yang ada didalam penjara itu, yang sebelumnya tidak tau sabu, akhirnya mereka jadi tau dan ikut-ikutan juga menggunakan barang haram tersebut.” lanjutnya
“Saya selaku mantan Napi lapas kelas IIA Pamekasan sangat berharap agar hal itu segera dibasmi dan jangan sampai terjadi lagi.” paparnya
“Saya meminta kepada para petugas lapas, agar lebih ketat dalam bertugas untuk menjaga dan mengawasi para napi.” pintanya
“Saya menduga bahwa dengan kejadian itu, pasti ada kerjasama dengan pihak petugas lapas, dan Saya siap memberikan keterangan kalau permasalahan ini dilajutkan ke Kemenkum dan Ham Kanwil Jawa timur,” ungkapnya
Perlunya diketahui bahwa keterangan mantan Napi tersebut disampaikan kepada salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) perwakilan dari Jawa Timur, dan rencananya dari kejadian tersebut, gabungan dari LSM dan aktivis akan mendatangi kantor Menkum dan Ham Kanwil Jatim untuk melakukan pengaduan atas temuan dari pengakuan oleh mantan Napi di lapas kelas IIA Pamekasan Jawa Timur.
Dikatakannya, jika pengaduan dari gabungan LSM tersebut tidak ada tindakan, maka akan dilanjutkan dengan akan melakukan aksi demo besar-besaran dan permasalahan tersebut akan terus dikawal hingga tuntas.
Secara terpisah, Syaifur Humas lapas kelas IIA Pamekasan saat dikonfirmasi oleh media Radar x net, pada Senin, 15/012024, petang. mengelak aktivitas tersebut.
“Itu tidak benar mas…! Jika hal demikian terjadi di Lapas kelas IIA Pamekasan.” kilahnya
“Kita selalu mengupayakan untuk menegakkan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam lapas , melalui arahan petugas dari kalapas untuk senantiasa menjauhi, untuk tidak terjerat apalagi terlibat dengan segala bentuk hal tentang Narkoba.” ucap Syaifur
“Dalam hal pengamanan, Kami juga telah dilaksanakan razia rutin sebanyak 2x dalam seminggu, serta melakukan test urine secara acak untuk petugas dan WBP.” imbuhnya
“Apabila memang ada informasi tentang hal-hal yang terkait dengan keamanan dan ketertiban dalam lapas, Kami apresiasi sebagai masukan positif bagi Kami, guna menjadikan lapas kelas IIA Pamekasan lebih baik lagi kedepannya.” Pungkasnya via pesan Suara WA
Hingga berita ini ditulis, bahwa konfirmasi awal dari media ini, oleh Humas dijawab dengan kata “ke Kantor saja Mas”
(Korwil Madura/Tim)














