foto : Istimewa
Pamekasan, Radar x. net – Dalam upaya meningkatkan ekonomi Madura, DPR RI Komisi VI mengadakan acara sosialisasi bersama BP Batam di Hotel Ballroom Cahaya Berlian, Pamekasan. Tujuannya adalah untuk mendorong semangat ekspor guna memajukan pertumbuhan ekonomi nasional. Acara ini berlangsung pada tanggal 26 Agustus di Pamekasan.
Partisipan acara ini berjumlah 70 orang yang mewakili berbagai kecamatan di Pamekasan. Ini merupakan hari kedua dari rangkaian sosialisasi yang diadakan oleh BP Batam.
Salah satu pemateri dalam acara tersebut adalah Bakir, anggota TI KSPS Nuri Jawa Timur. Dia menekankan pentingnya pemahaman tentang ekspor dan impor. Dia juga menjelaskan tentang Pulau Batam yang merupakan salah satu pulau terbesar di Kepulauan Riau dengan luas 415 km2 atau 67% dari luas Singapura.
Bakir merujuk pada upaya transformasi Pulau Batam yang diinisiasi oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia dan Ketua Otorita Batam ke-3, BJ Habibie, melalui konsep Barelang (Batam Rempang Galang). Konsep ini melibatkan pembangunan 6 jembatan Barelang untuk memperluas luas pulau menjadi 715 km2 atau 13% lebih besar dari Singapura. Tujuannya adalah menjadikan Batam sebagai lokomotif pembangunan nasional dan pusat pengembangan kawasan industri berbasis teknologi, agar dapat bersaing dengan Singapura.
Bakir juga membahas transformasi BP Batam, menggarisbawahi pencapaian ekonomi Batam pada tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 6,84%, melebihi angka tahun sebelumnya yang mencapai 4,75%. Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi sorotan, dengan total investasi dari luar negeri mencapai USD 746,85 juta dengan melibatkan 1.738 proyek. Prestasi ini berkontribusi sebesar 79,97% dari total PMA Provinsi Kepulauan Riau.
Bakir berharap masyarakat, terutama di Pamekasan Madura, memiliki visi besar untuk memajukan ekonomi daerah serta berperan dalam kemajuan ekonomi nasional. Dia mengajak untuk memiliki tekad dan landasan kuat guna meraih kesuksesan seperti yang telah dicapai oleh Daerah Batam
(HR/Korwil Madura)














