BeritaOrganisasiTerbaru

DPD Tani Merdeka Dampingi Pemkab dan Kementerian Pertanian Tinjau Irigasi Rusak di Aceh Tenggara

×

DPD Tani Merdeka Dampingi Pemkab dan Kementerian Pertanian Tinjau Irigasi Rusak di Aceh Tenggara

Sebarkan artikel ini
Teks foto : DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara dampingi Pemkab dan Penanggungjawab Satgas Swasembada Pangan Kementerian Pertanian Provinsi Aceh tinjau sejumlah titik irigasi yang ambruk.

Aceh Tenggara, Radar-x.net – DPD Tani Mendeka Aceh Tenggara dampingi Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara dan Penanggungjawab Satgas Swasembada Pangan Kementerian Pertanian Provinsi Aceh meninjau sejumlah titik irigasi yang ambruk di wilayah Aceh Tenggara. Sabtu 20 Juli 2025.

‎Peninjaun yang langsung di pimpin oleh Bupati Aceh Tenggara, M Salim Fakhry merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus merespons keluhan para petani di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

‎Salim Fakhry menyebutkan, adapun irigasi yang rubuh tercatat berada di tiga kawasan pertanian, yakni Irigasi Lawe Sky, Kecamatan Deleng Pokhisen yang menyebabkan terganggunya pasokan air untuk pertanian dengan luas sawah mencapai 1.200 hektare, di Irigasi Tenembak Juhar, Kecamatan Lawe Bulan terganggunya pasokan air untuk pertanian seluas 800 hektare.

‎Sedangkan di Irigasi Kuta Tinggi, Kecamatan Badar yang menyebabkan terganggunya pasokan air untuk pertanian yang memiliki 450 hektare sawah produktif.

‎Dikatakan Salim Fakhry, ketiga lokasi tersebut salah satu wilayah lumbung pangan penting bagi Aceh Tenggara.

‎“Jika irigasi rubuh tidak segera ditangani, akan berdampak langsung pada produksi pertanian masyarakat. Kehadiran Ketua Satgas menjadi harapan besar bagi percepatan penanganan,” ujar Salim Fakhry.

‎Sementara itu, Penanggungjawab Ketua Satgas Swasembada Pangan Aceh, Dr. drh. Agus Susanto, M.Si mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian pemantauan kondisi ketahanan pangan di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh.

‎Menurutnya, kerusakan irigasi merupakan salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.

‎“Kami melihat sendiri kondisi di lapangan, dengan luas lahan pertanian sebesar ini, perbaikan infrastruktur irigasi tidak bisa ditunda. Pemerintah pusat akan berkoordinasi erat dengan daerah untuk percepatan penanganan,” pungkasnya.

‎Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Tani Merdeka Aceh Tenggara, Jeri Alastra menyampaikan, bahwa persoalan yang paling urgent di hadapi petani khususnya petani komoditas padi Aceh Tenggara saat ini adalah kebutuhan air untuk mengaliri sawah meraka.

‎Dimana, pasokan air yang sangat susah di dapatkan, akibat jebolnya beberapa bendungan irigasi yang merupakan sumber utama pengairan area persawahan para petani.

‎Jeri mengungkapkan, kebutuhan air bagi petani, khususnya untuk tanaman padi, sangat penting karena air adalah komponen vital dalam pertumbuhan dan produksi tanaman.

‎”Kami meminta kepada kementerian pertanian mencari solusi kongkrit guna mengatasi persoalan ini sehingga tidak menjadi faktor penghambat program Swasembada di Kabupaten Aceh Tenggara,” pintanya.

‎Terlihat, dalam peninjauan, turut hadir, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Riskan, SP. MM, Dandim 0108/Aceh Tenggara, Letkol Czi Arya Murdyantoro, beserta unsur Forkopimda lainya. (JUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page