JEMBER – Dalam rangka menekan kenaikan harga sembilan bahan pokok(sembako) menjelang Hari raya Fitri 2016, Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Kabupaten Jember, mengadakan operasi pasar di 12 Kecamatan, salah satunya di kantor Kec. Jenggawah, Kab. Jember, mulai Kamis (16/06/2016).
Operasi pasar yang melibatkan PG Semboro, PPI dan perusahaan lokal maupun pengusaha lokal berjalan cukup lancar, bahkan Disperindag setiap hari menggelontor gula sebanyak 10,5 ton dan beras 5 ton. disamping barang yang lain seperti minyak goreng, mie, dan kebutuhan pokok seperti telor dan berbagai minuman disamping yang lain.
Bambang Saputro, selaku Camat Jenggawah mengatakan. “Alhamdullillah operasi pasar berjalan lancar dan barang habis diborong warga untuk keperluan Ramadhan dan lebaran nanti. Bahkan warga telah antri sejak jam 5 pagi, padahal operasi pasar di mulai jam 7.00 pagi.” ujarnya
Untuk tahun ini Kec. Jenggawah, minta yang lebih awal untuk kegiatan ini, “Karena pengalaman sebelumnya mendapat urutan belakang, sehingga banyak warga masyarakat yang telah membeli di pertokoan maupun yang menyediakan barang keperluan menjelang lebaran. sehingga terkesan sangat sepi tak seperti tahun ini.” jelasnya
Dengan harapan, “Ke depan nanti setiap tahunnya di Jenggawah mendapat urutan pertama seperti sekarang ini, dan terbukti warga sangat antusias sekali ingin membeli barang yang telah di sediakan panitia opetasi pasar.” imbuhnya
Dalam kesempatan yang sama, Agoes Noer Abadi, Kabid perdagangan mengatakan, “Kami melibatkan PG Semboro, PPI, PKK, pengusaha lokal maupun perusahaan lokal, untuk mendukung kegiatan ini untuk mengantisipasi kenaikan harga setiap Ramadhan dan menjelang lebaran.” paparnya
“Di Jenggawah ini mendapat urutan pertama untuk tahun ini, bahkan para pengusaha di kasih kebebasan menjual harga barang, seperti PG Semboro menjual gula perkilo 11.500, sedangkan PPI menjual harga 12.000 perkilo, tetapi semua ludes di beli warga masyarakat Jenggawah.” terangnya
Secara terpisah, Bu. Navil, warga Desa Cangkring, juga mengatakan, “Hal seperti ini sangat membantu warga mas, bayangkan di pasaran harga gula perkilo mencapai harga 15 ribu sampai 16 ribu, sedangkan dengan adanya operasi pasar ini hanya mencapai 12 ribu saja, kan ada selisih harga 3 ribu mas, lumayan bisa dibelikan yang lain.” ungkapnya
Belum lagi harga barang paketan sembako hanya 40 ribu saja. “Padahal kalau di hitung seharusnya beli seharga 90 ribu, selisihnya telah lumayan lebih dari separuh harga.” Tambahnya lebih lanjut
Berdasarkan pantauan radar-x.net, pengunjung sangat antusias sekali, bahkan mencapai ratusan orang yang memenuhi kantor untuk membeli keperluan di Bulan Ramadhan dan Hari raya Fitri.(Rul)














