Disinyalir Proyek Tak Sesuai RAB, Dinas Pengairan Diduga Ada Main Dengan Rekanan
Sebarkan artikel ini
Proyek Saluran Irigasi di Desa Pacar Keling, Kec. Kejayan (Foto: DD)
PASURUAN – Proyek pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi, tepatnya di desa Pacar Keling, kecamatan Kejayan, dengan adanya pembangunan yang di kerjakan oleh rekanan yang diduga tidak menjaga kwalitas bangunan, apalagi bulan-bulan ini adalah musim penghujan, karena sungai yang berada di area bangunan irigasi sering terjadi banjir, dikwatirkan bangunan tersebut tidak akan bertahan dengan lama.
Hasil Investigasi wartawan RADAR-X banyak kejanggalan di lokasi proyek rehabilitasi, seperti pondasi bawah banyak yang minim ukurannya, diduga proyek tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan Bestek. Mulai dari pengerjaan, papan informasi tidak di pasang, proyek tersebut sudah sampai 80% masih belum ada papan informasinya, sehingga proyek rehab dari Dinas Pengairan kabupaten Pasuruan tidak di ketahui berapa nilai pagu anggarannya.
Kedalaman Pondasi Saat Dilakukan Pengukuran
Hasil temuan lain dilokasi, pondasi bawah ukurannya hanya 23 cm ,dan campuran pasir + semen diduga tidak sesuai dengan bestek. Dengan adanya hal ini, peran aktif konsultan pengawas maupun dari dinas terkait seyogyanya harus mengawasi regulasi pembangunan untuk peningkatan mutu kwalitas sehingga bisa dirasakan masyarkat secara umum. Proyek yang terkesan asal-asalan ini, patut diduga kuat ada kong kalikong antara pihak rekanan dan Dinas Pengairan.
Sementara, Proyek rehabilitasi/saluran irigasi yang di kerjakan oleh CV. MITRA USAHA dan nama konsultan pengawas tidak di cantumkan, nama pekerjaan plengsengan saluran irigasi Ds. Pacar Keling, Kec. Kejayan, sumber dana dari APBD Tahun 2016 dengan tanggal kontrak Spk 26 oktober 2016 Nomor kontrak 602/952.26/424.958/2016 selesai pekerjaan 24 desember 2016 dengan nilai kontrak Rp.198.034.000,- diduga kuat sarat di korupsi.
Ketika Zainul, pemborong kerja di konfirmasi oleh RADAR-X menuturkan, kalau ukuran pondasi bawah memang sangat kecil dan ketinggian di tambah mas, kalau masalah campuran saya hanya main perkiraan saja yang penting jadi mas. Dulu papan informasinya memang tidak di pasang meskipun mulai awal, ya baru kali ini di pasang karena ada penambahan volume, jadi papan informasinya di pasang dan hanya di tempelkan di pohon saja begitu mas. “Proyek ini milik TJ(inisial-red) yang bekerja sama dengan HM(inisila-red) yang beralamatkan di Grati, saya hanya di suruh di lapangan saja selebihnya saya tidak tahu,” akunya.
Ir. Hanung Widya, kepala Dinas PU Pengairan kabupaten Pasuruan masih belum bisa di konfirmasi melalui telphone selulernya terkail hal ini.(dd)