Organisasi

Diiming-imingi Bantuan, Pemerintah Jatim Ingkar Janji

187
×

Diiming-imingi Bantuan, Pemerintah Jatim Ingkar Janji

Sebarkan artikel ini

foto : Pemberitahuan aksi

Sampang, Radar x. net – Pengungsi eks Syiah yang berada di Rusun Puspa Agro Jumondo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, akan melakukan Aksi.

Aksi protes dari warga (pengungsi) eks Syiah Kabupaten Sampang itu, lantaran pembagian Bansos program Jaminan Hidup (Jadup) terakhir yang diberikan oleh Pemprov Jatim sudah tiada lagi.

Berdasarkan penelusuran awak media, Aksi protes itu dilatarbelakangi karena adanya kebijakan sepihak oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang mencabut statusnya sebagai pengungsi. sehingga mereka lepas dari semua bantuan yang selama ini diterima oleh warga tersebut.

Menanggapi hal tersebut, beberapa aktivis di Kabupaten Sampang bersama warga eks Syiah akan melakukan aksi turun jalan.

“Kami bersama warga eks Syiah yang tinggal di Rusun Puspa Agro Jumondo Kabupaten Sidoarjo, akan menggelar aksi besar besaran.” ucap Rolis Sanjaya, ketua GPN, salah satu koordinator aksi saat dikonfirmasi, pada Sabtu, 04/11/2023 pagi.

“Kami sudah layangkan surat pemberitahuan aksi yang akan kami lakukan pada hari Senin, tanggal 06 November 2023 ini kepada Polrestabes Surabaya.” Lanjut Rolis

“Kami atas nama Aliansi Masyarakat Pejuang HAM (AMPH) bersama warga eks Syiah akan menuntut keadilan pada Gubernur Jatim Timur, karena batuan mereka sudah dicabut oleh pemerintah.” cetusnya

Senada diutarakan Hasbul, salah satu tokoh pemuda dari kalangan warga pengungsi eks Syiah Sampang, dengan keras memprotes kebijakan Gubernur Jatim.

“Coba bayangkan, Jadup yang menyokong hidup kami selama ini tiba-tiba dicabut. Rusun Puspa Agro yang selama ± 10 tahun ini menjadi lokasi pengungsian, secara sepihak tiba-tiba pihak pengelola (UPT DPRKP) meminta kami untuk membayar sewa berikut listrik, air, keamanan dan kebersihan.” Papar Hasbul dengan nada kesal

“Untuk membayar semua itu, uang dari mana yang harus kami bayar, sedangkan sebagian besar dari kami tidak bekerja. Pemerintah Bohong dan sudah ingkar janji pada kami, karena kenyataannya seperti ini.” Lanjutnya

“Kami melakukan aksi ini, kare warga berharap pemerintah masih ada kebijakan pada kami, kembalikan semua dan penuhi janji-janjinya pada kami.” Pungkas Hasbul, penuh harap

(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page