Diduga ‘AMNESIA’ Mayat Ditemukan Ditengah Kebun Milik Warga
Sebarkan artikel ini
Kondisi mayat saat pertama kali ditemukan (Foto: Bagus WW)
BONDOWOSO – Penemuan mayat yang diperkirakan sudah seminggu meninggal dunia sempat mengegerkan warga Kec. Jelbuk, Kab. Jember. Korban ditemukan sudah dalam keadaan busuk dan dikerumuni lalat disekujur tubuhnya, pada Senin(14/11/2016), Pukul 11.30 WIB. Ditemukan di tanah kebun milik warga di Dsn. Leces, Ds Suko Jember, Kec. Jelbuk.
Adapun edentitas korban yang berhasil dihimpun RADAR-X, Sarbini als P. Sila (55), Agama Islam, Pekerjaan Tani, warga Tegal Mijin, Kec. Grujugan, Kab. Bondowoso. Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang ibu yang bernama B. So Als B. Mukit(45), warga Suko Jember, Kec. Jelbuk.
Adapun menurut keterangan saksi menyatakan, saat dirinya hendak mencari sayuran ke kebun milik warga, kemudian melihat sesosok mayat yang sudah membau Saksi(B.so) langsung mendatangi kasun Leces yang bernama Madi, melaporkan bahwa ada mayat diperkebunan tempat dia mecari sayuran.
Hasil dari laporan saksi di TKP, Kasun Madi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jelbuk. Adapun hasil olah TKP yang dilakukan berdasarkan keterangan beberapa saksi yaitu, mayat yang ditemukan di TKP diduga berasal dari Desa Tegal Mijin, Kec. Grujugan, Kab. Bondowoso, dan diduga sudah meninggalkan rumah sekitar 1Minggu yang lalu. Hal ini, diperkuat oleh keterangan Sila(23), anak dari korban yang meninggal dunia, dan dinyatakan ” amnesia “.
Sementara itu, keluarga korban menolak untuk dilakukan visum oleh pihak-pihak terkait, dan meminta jenazah untuk dibawa pulang dan segera dimakamkan.
AIPTU Agus Senja AF, SH., Kanit Reskrim Polsek Jelbuk, membenarkan kejadian tersebut, “saat kami menerima laporan dari warga bahwa ada mayat ditengah kebun milik warga, kami langsung mendatangi TKP mas, sedangkan untuk tindak lanjut dari kejadian ini keluarga korban tidak berkenan untuk dilakukan visum, memilih segera dimakankan, dan pihak kami memberikan surat pernyataan penolakan visum kepada keluarga korban.” Pungkasnya, saat dikonfirmasi via sambungan telponnya, Senin(14/11/2016), Pukul 17.00 WIB.
Hal senada juga dikatakan AKP Subagio, SH, Kapolsek Jelbuk, “kami langsung tanggap dengan adanya hal tersebut mas, kami selaku pelayan masyarakat 24 Jam selalu siap untuk menindaklanjuti semua dugaan-dugaan yang terjadi, tapi mau gimana lagi keluarga korban menolak untuk dilakukan visum, setelah dilakukan identifikasi kemudian diantar menggunakan mobil Patroli Polsek Jelbuk sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” tutup Kapolsek Jelbuk. (abas/nuzul/bagus WW)