BeritaPariwisata

Di Hari Kemerdekaan RI Ke 71, Bupati Bondowoso Resmikan Museum Kereta Api

×

Di Hari Kemerdekaan RI Ke 71, Bupati Bondowoso Resmikan Museum Kereta Api

Sebarkan artikel ini
Di Hari Kemerdekaan RI Ke 71, Bupati Bondowoso Resmikan Museum Kereta Api
Foto : Sukri, 
BONDOWOSO – Untuk menjadi saksi sejarah sekaligus menyaksikan momentum peresmian sebuah museum kereta api pertama dan kini satu-satunya di Jawa Timur. Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, bersama Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IX, Kolonel (Marinir) Rusi Haryono, beserta rombongan dari kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama sekaligus meresmikan Museum Kereta Api Bondowoso. Rabu (17/8/2016)
Dari museum kereta api ini, masyarakat dan wisatawan yang berkunjung akan mengenali sejarah perjalanan panjang berdirinya stasiun Bondowoso, berikut dinamika perjuangan anak bangsa melawan penjajahan, yang dikenal dengan peristiwa Gerbong Maut.
Beragam barang peninggalan kuno yang digunakan sejak 23 Juni 1893 stasiun Bondowoso berdiri, tersajikan dalam salah satu bagian ruang stasiun yang masih terawat dengan baik.
Rusi Haryono di hadapan ratusan tamu yang hadir menyampaikan, “Ini satu-satunya museum yang berada di bagian timur. Semua yang dipamerkan di museum ini tidak ada barang baru, semua kuno. Kecuali penanda barang dan deksripsinya,” ucapnya dengan bangga.
Dia pun menceritakan sekilas kisah gerbong maut yang merenggut puluhan nyawa anak bangsa saat dibawa dengan gerbong kereta plat baja tanpa ventilasi dari Stasiun Bondowoso menuju Surabaya.
Peristiwa Gerbong Maut  terjadi pada 23 November 1947, paska proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selama 16 jam perjalanan, para pejuang Indonesia yang berada gerbong tersebut menahan lapar dan dahaga. Hingga akhirnya semua yang berada di dalamnya meninggal dunia.
Gerbong maut yang menjadi kisah kepahlawanan anak bangsa melawan penjajah, akan menjadi satu koleksi penting yang bermanfaat bagi wisata, sejarah dan pendidikan di Bondowoso. “Gerbong yang merenggut nyawa puluhan pejuang kini berada di Museum Brawijaya, Kota Malang,” jelasnya
Untuk itu, Daops IX, bersama Pemkab Bondowoso, berupaya menghadirkan gerbong kereta tersebut ada di Museum Kereta Api Bondowoso. “Saya bersama Bupati Bondowoso akan memperjuangkan agar gerbong maut dapat menjadi koleksi museum kereta api Bondowoso.” tandas Rusi, disambut aplaus tamu undangan.
Dia berpesan, kalau Bondowoso mau menjadi besar, jangan pernah melupakan peristiwa sejarah bersama para pahlawan yang berjuang. “Sejarah yang buruk jangan sampai terulang kembali. Jadikan sebagai pelajaran sejarah di sekolah atau tempat seperti museum ini,” pesannya.
Rusi berharap, koleksi Museum Kereta Api Bondowoso akan semakin lengkap dan dapat menjadi destinasi wisata sejarah di Bondowoso.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Amin menyampaikan bahwa Stasiun Bondowoso yang berdiri lebih dari satu seperempat abad ini akan hadir kembali untuk menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso dan Bangsa Indonesia.
“Peresmian Museum Kereta Api Bondowoso, berarti kembali meniupkan roh untuk hidup kembali menjadi kebanggaan masyarakat Bondowoso dan Bangsa Indonesia,” ucap Presiden Republik Kopi ini.
Bupati menyebut peresmian museum kereta api satu-satunya di Jawa Timur ini sebagai torehan sejarah baru, apalagi bertepatan dengan peringatan HUT ke-71 RI.
“Di Indonesia hanya terdapat tiga museum kereta api, yakni  Sawahlunto (Sumatra Barat), Ambarawa (Jawa Tengah), dan kini di Bondowoso (Jawa Timur).” jelas Bupati
Selain itu, bangunan Stasiun Kereta Api Bondowoso telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya. Nantinya, dengan beroperasinya museum kereta api, maka lokasi yang berada di Jalan Imam Bonjol akan menjadi destinasi wisata yang akan diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.
“Museum ini akan menjadi salah satu kekayaan historical heritage tourism, potensi wisata yang berbasis peninggalan warisan sejarah,” tegas Bupati.
Kondisi bangunan dan arsitekrur yang masih terawat dan asli menjadi kekuatan museum ini. Instrumen perkeretapian yang dalam museum memiliki nilai sejarah bagi perkembangan moda transportasi darat di Indonesia.
Bupati kembali menegaskan, tempat ini selain menjadi museum perkeretaapian, juga mengenang sejarah kepahlawanan pemuda Bondowoso untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia atas agresi Belanda yang terjadi pada 1947.
“Ada banyak stasiun yang jauh lebih besar dibandingkan stasiun Bondowoso. Kalau dilihat dari strategisnya lokasi, banyak stasiun yang jauh lebih strategis dibanding Bondowoso. Namun, karena nilai sejarahnya, makna yang terkandung dalam sejarah stasiun ini maka sangat layak dan pantas Stasiun Kereta Api Bondowoso ditetapkan sebagai salah satu museum kereta api di Indonesia,” terangnya.
Beliau berjanji akan memboyong gerbong maut yang berada di Museum Brawijaya Kota Malang. “Kami bersama PT KAI Daops IX dan manajemen Museum Kereta Api Bondowoso, akan mengupayakan untuk memboyong gerbong maut yang asli yang kini di Malang, untuk dibawa pulang ke museum ini,” tandasnya.
Pantauan radar-x.net. Peresmian museum dihadiri ratusan orang yang hadir untuk menjadi saksi sejarah. Selain Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso, turut menjadi saksi peresmian ini, diantaranya para pejuang dan veteran, pensiunan kereta api, komunitas sepeda tua dan pelajar mahasiswa di Bondowoso.(Sukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page