SAMPANG, radar-x.net – Pemerintah Kabupaten dan dinas kesehatan sukseskan program PHBS guna mewujudkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat provinsi melalui puskesmas Jranguan yang dibantu oleh seluruh jajaran lapisan masyarakat desa Napo Laok kecamatan Omben kabupaten Sampang, menggelar berbagai susunan acara dalam memasuki tahap penilayan dari team juri lomba desa PHBS tingkat provinsi, Senin (29/01/2018)
Dalam kegiatan tersebut, dihadiri Bupati Sampang Fadilah Budiono, sekda kabupaten Sampang Phutut Budi Santoso, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tim juri lomba PHBS tingkat provinsi ketua Pengurus Penggerak (TP-PKK).
Bupati Sampang, dalam sambutannya sangat mengapresiasi program kegiatan PHBS ini. Karena dengan adanya program tersebut dapat memberikan arahan serta motivasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat sampang.
“Saya selaku Bupati Sampang sangat bangga dengan adanya program PHBS ini, karena bisa memberikan arahan serta motivasi pola hidup bersih kepada masyarakat utamanya di kabupaten Sampang. Mudah-mudahan penilayan yang di laksanakan hari ini oleh team juri lomba PHBS tingkat provinsi desa Napo Laok bisa menang dan mewakili jawa timur ke tingkat Nasional,” ujar Fadilah Budiono.
Sementara itu, kepala dinas kabupaten Sampang, dr. Firman Abadi mengungkapkan bahwa sesuai data penduduk desa Napo Laok berjumlah 1.371 terdiri dari laki-laki 668 jiwa dan perempuan 703 jiwa, sangat pantas berpredikat sebagai kampung PHBS tingkat provinsi. Hal tetsebut dikarenakan desa Napo Laok melaksanakan 10 indikator yang di dampingi oleh pihaknya melalui pendampingan dari team puskesmas Jranguan.
“Kami menilai dasa Napo Laok sangat pantas berpredikat sebagai kampung PHBS tingkat provinsi dan kami yakin akan hal tersebut. 10 indikator standart pelayanan minimal diberikan dinas kesehatan di antaranya adalah;
1 setiap ibu melahirkan di tolong oleh bidan,
2 bayi mendapat ASI eksklusif,
3 menimbang berat badan balita di Posyandu,
4 warga menggunakan air bersih,
5 warga menggunakan jamban sehat,
6 mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang bersih,
7 pembrantasan sarang nyamuk,
8 mengkonsumsi buah dan sayur,
9 melaksanakan aktifitas fisik tiap hari,
10 tidak merokok dalam rumah.” Terangnya.
Kepala Dinas menambahkan, dari adanya lomba ini menjadi motivasi kepada dinas kesehatan beserta jajaranya untuk lebih mengenal dan mengaplikasikan PHBS kepada seluruh untuk mengikuti jejak langkah desa Napo Laok melalui regulasi regulasi yang ada.
“Mudah-mudahan desa Napo Laok bisa mewakili jawa timur dalam lomba PHBS tingkat Nasional,” ungkap Firman Abadi.
Disisi lain ketua tim juri penilayan lomba desa PHBS tingkat provinsi dr. Fitra mengapresiasi dan berterima kasih atas usaha-usaha pemerintah daerah kabupaten Sampang melalui dinas kesehatan dalam mewujudkan desa PHBS.
“Saya pribadi sangat terkejut sekali ketika memasuki desa Napo Laok ini, saya sangat menikmati udara serta pemandangan madura, utamanya di desa Napo Laok yang bersih segar dan hijau dan sumber mata air yang mengalir luar biasa,” ujarnya.
“Saya selaku tim juri, penilai lomba desa PHBS tingkat provinsi mengucapkan trimakasih dan selamat atas usaha usaha yang di lakukan pemerintah desa kabupaten Sampang melalui dinas kesehatan dalam mewujudkan kampung PHBS dari perubahan karakter prilaku hidup bersih dan sehat desa Napo Laok yang kami temukan saat ini. Mudah-mudahan desa Napo Laok menuju ke tingkat Nasional,” punkasnya. (Muchlis)

















