![]() ![]() |
| Foto : Dok. radar-X.Net |
BONDOWOSO – Masa menggeruduk dan menolak ajaran-ajaran Syi’ah yang makin gencar dan merajalela di daerah bondowoso, menjadi satu bentuk unjuk rasa dengan tema “Demonstrasi Santun”, yang mana acara ini di gelar di area Gerbong Maut Kabupaten Bondowoso, minggu (03/04/2016).
KH. Moch. Hasan Pimpinan pondok pesantren Sayyid Al-Maliki, dalam fatwanya dengan tegas di depan monumen Gerbong Maut. Kepada seluruh ummat Islam khususnya Bondowoso, untuk bersatu memberantas penyimpangan akidah yang saat ini marak diajarkan oleh gerakan ulama Syi’ah terutama di Bondowoso. “tegasnya.
Adapun ajaran-ajaran sesat ulama Syai’ah yang sudah dikitabkan antara lain : Dalam selebaran 1. Orang sunni najis, kafir harbi, halal darah dan harta bendanya, 2. Seluruh sahabat nabi kafir, 3. Selain orang syi’ah kekal di neraka, 4. “Semua ummat islam kecuali Syi’ah adalah anak pelacur, 5. Al-Quran yang ada sekarang tidak asli dan sudah mengalami penambahan & pengurangan, 6. Kedudukan Imam Syi’ah sebagai pemimpin dunia. Dan drajatnya lebih tinggi jauh di banding para nabi, 7. Melecehkan ajaran nabi, dan 8. Melecehkan sahabat dan keluarga nabi.” imbuhnya.
KH. Moch. Hasan juga menambahkan dengan harapan, “Pihak pemerintah agar segera menanggapi keinginan para warga sunni untuk memberantas Syi’ah dan sejenisnya di muka bumi ini, khususnya Bondowoso. Jangan sampai karena tak direspon kami bertindak sendiri-sendiri untuk menghancurkannya (Ajaran Syiah-red),” jelasnya.
AKBP. DjadJuli S.I.K ikut andil dalam acara ini dan arahan di atas podium massa menghimbau kepada semua jajarannya untuk membantu dalam penertiban dan keamanan para pendemo, “Kami akan membantu menyediakan kendaraan untuk mengangkut massa apabila diperlukan. Disamping itu teteplah pada visi dan misi demokrasi ini, janganlah terpancing dengan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan radar-X Dalam Demonstrasi kali ini massa yang ikut andil cukup besar, diperkirakan sekitar 1500 masa yang turun, dan berjalan kaki dari depan masjid Al- Muhibbin Tamansari menuju pusat kota kurang lebih 7 km jarak yang mereka tempuh.(nuzul)















